GUNUNGSITOLI – Prihatin atas kondisi tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Tokoh masyarakat Nias (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) mengharapkan Pemerintah untuk segera memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan Tenaga Kesehatan (Nakes), Khususnya apabila masih terdapat tenaga kesehatan di puskesmas yang belum menerima gaji, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), jasa pelayanan, maupun hak-hak lainnya. Senin (29/6/2026)
Yusman Dawolo atau Bang YD menilai tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas Pemerintah.
“Salah satu ukuran keberhasilan kepemimpinan adalah sejauh mana Pemerintah mampu melindungi dan memperhatikan kesejahteraan para tenaga kesehatan yang setiap hari mengabdikan diri melayani masyarakat. Jika benar masih ada hak-hak mereka yang belum dibayarkan, maka persoalan ini harus segera diselesaikan”, Ucapnya
Bang YD menegaskan bahwa di balik tugas mulia yang dijalankan tenaga kesehatan, Terdapat tanggung jawab besar terhadap keluarga. Mereka harus memenuhi kebutuhan hidup, membiayai pendidikan anak, membayar cicilan, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Bagaimana tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan secara optimal jika mereka sendiri masih memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan keluarganya karena hak-haknya belum diterima,” Ungkapnya
Menurutnya, Apabila kendala yang dihadapi berkaitan dengan regulasi atau administrasi, Maka pemerintah harus segera mencari solusi. Pemerintah harus menjadikan persoalan tersebut sebagai prioritas.
Tata kelola Pemerintahan yang baik, ditunjukkan melalui kemampuan mengantisipasi persoalan dan menyelesaikannya secara cepat, bukan membiarkannya berlarut-larut.
Bang YD mengharapkan bahwa persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan bukan hanya berdampak pada para tenaga kesehatan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Gunungsitoli perlu segera menyelesaikan seluruh kewajiban yang masih tertunda, memastikan mekanisme pembayaran berjalan tepat waktu, melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan yang ada, serta terus meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan sesuai kemampuan keuangan daerah dan ketentuan yang berlaku”, Pintanya
Untuk diketahui, lanjut Bang YD, Menghargai tenaga kesehatan bukan hanya soal memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Pemimpin yang baik tidak menunggu keluhan menjadi besar. Kepemimpinan yang baik hadir lebih awal untuk memastikan setiap tenaga kesehatan memperoleh haknya secara adil dan tepat waktu. Jika tenaga kesehatan sejahtera, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik”, Tutup Bang YD.











