BOGOR – Sikapi wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Tokoh Masyarakat Nias (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) bersama sejumlah komunitas pemuda Nias perantauan se-Jabodetabek yang tergabung dalam (Forum Juang Ono Niha) menilai bahwa pembentukan provinsi baru tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai agenda politik administratif, melainkan kebutuhan strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat daya saing daerah.
“Betapa pentingnya kesadaran generasi muda terhadap percepatan pembangunan kawasan kepulauan terluar Indonesia tersebut”, Ucap Yusman Dawolo dalam diskusi yang digelar oleh Forum Juang Ono Niha di Resto Shabu Hachi, Kota Bogor, Jawab Barat. Sabtu (23/5/2026).

Yusman Dawolo yang juga Pengusaha Muda asal Nias ini menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias harus ditempatkan dalam kerangka pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurut dia, Struktur Pemerintahan yang lebih dekat akan memperpendek rentang kendali birokrasi sehingga pengambilan keputusan pembangunan dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.
“Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias bukan semata persoalan pemekaran wilayah, melainkan upaya mempercepat efektivitas pembangunan dan menghadirkan kebijakan yang lebih fokus terhadap kebutuhan masyarakat kepulauan.”, Ungkapnya
Yusman Dawolo menilai wilayah teritorial Kepulauan Nias memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian, peternakan, dan pariwisata. Namun kendala hingga kini adalah belum dikelola secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur ekonomi dan rendahnya investasi sektor produktif.
Sebuah pemekaran daerah harus diikuti dengan agenda pembangunan ekonomi yang jelas, termasuk pembukaan industri pengolahan hasil laut terpadu, penguatan sektor pertanian modern, sektor peternakan berskala besar dan penciptaan lapangan kerja berbasis potensi lokal.
“Daerah ini memiliki sumber daya alam laut yang besar. Tetapi belum didukung kebijakan pembangunan yang terintegrasi”, Ujarnya
Yusman Dawolo juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Dia menilai investasi pada pendidikan dan penciptaan lapangan kerja jauh lebih strategis dibanding pembangunan proyek-proyek yang tidak memiliki dampak langsung terhadap produktivitas masyarakat.
Maka dari itu, lanjut Yusman, Generasi muda Nias tidak boleh terus dipaksa bergantung pada migrasi keluar daerah akibat sempitnya peluang ekonomi atau lapangan kerja di kampung halaman.
“Daerah yang maju umumnya ditopang oleh kualitas pendidikan, kekuatan ekonomi rakyat, dan kepemimpinan yang visioner. Karena itu, prioritas pembangunan harus benar-benar diarahkan pada sektor yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Kita membutuhkan ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan kesempatan kerja di daerah sendiri agar generasi muda memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi membangun Kepulauan Nias.”, Tuturnya
Sedangkan pengurus Forum Juang Ono Niha (Juli E. Restu Waruwu) bersama rekan pemuda lainnya dalam ruang diskusi yang berlangsung dinamis tersebut menegaskan pentingnya menyiapkan fondasi ekonomi sebelum terbentuknya provinsi baru.
Forum Juang Ono Niha menilai wilayah Kepulauan Nias masih menghadapi berbagai persoalan struktural, mulai dari keterbatasan infrastruktur dasar, rendahnya akses pendidikan tinggi, minimnya fasilitas kesehatan yang representatif, hingga terbatasnya lapangan kerja yang menyebabkan tingginya arus migrasi tenaga kerja muda keluar daerah.
Tidak hanya itu, Rencana pemekaran Provinsi Kepulauan Nias memiliki dimensi strategis nasional mengingat posisi geografis Kepulauan Nias sebagai wilayah terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.
Menurut Juli, Pemerintah pusat perlu melihat percepatan pembangunan Kepulauan Nias sebagai bagian dari penguatan kawasan maritim dan pemerataan pembangunan nasional.
“Pembentukan provinsi harus dipandang sebagai instrumen untuk memperkuat pelayanan publik, mempercepat pembangunan kawasan kepulauan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”, Pungkasnya
Hal senada juga disampaikan Koordinator Forum Juang Ono Niha (April Julianus Daeli) Mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan perjuangan pembentukan provinsi baru. April mengapresiasi dukungan yang diberikan Yusman Dawolo terhadap gerakan pemuda dan mahasiswa Nias.
Sejumlah kajian sebelumnya juga menilai pembentukan Provinsi Kepulauan Nias memiliki urgensi dalam mempercepat pembangunan kawasan yang masih menghadapi berbagai ketimpangan ekonomi dan infrastruktur. Dorongan pencabutan moratorium daerah otonomi baru juga terus disampaikan berbagai elemen masyarakat dan DPRD Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya mempercepat realisasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
“Kami ingin membangun gerakan yang berbasis gagasan, kolaborasi, dan keberlanjutan. Dukungan dari berbagai tokoh menjadi energi penting bagi konsolidasi generasi muda Nias.”, Tutup April.
Dalam kesempatan itu, Forum Juang Ono Niha juga mempresentasikan rencana kegiatan Seminar Nasional lintas mahasiswa dan pemuda Nias se-DKI Jakarta dan sekitarnya yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 mendatang.
Seminar tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi intelektual dan penguatan gagasan pembangunan Kepulauan Nias yang lebih terukur, berkelanjutan, dan berbasis demi kepentingan masyarakat luas.
