Yusman Dawolo Desak Kepala Daerah Di Nias Bangun Industri Perikanan Terpadu, Targetkan 20 Ribu Lapangan Kerja.

KEPULAUAN NIAS – Tokoh masyarakat yang sekaligus Pengusaha muda asal Nias (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) mendesak para Bupati dan Walikota di wilayah Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Agar segera membangun kawasan industri perikanan terpadu sebagai langkah strategis menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat. Kamis (21/5/2026)

Menurut Yusman, Persoalan lapangan pekerjaan merupakan isu mendesak yang tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan biasa. Tingginya angka pengangguran berdampak langsung terhadap kehidupan keluarga, akibat menurunnya daya beli masyarakat, hingga ancaman hilangnya masa depan generasi muda akibat tekanan ekonomi.

“Lapangan pekerjaan bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup manusia. Ketika pekerjaan sulit diperoleh, maka pendapatan masyarakat terancam, daya beli menurun, anak-anak berisiko putus sekolah, dan generasi muda kehilangan harapan terhadap masa depan. Karena itu, Pembangunan lapangan kerja harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah”, Ucapnya.

Yusman Dawolo yang akrab disapa Bang YD menilai wilayah Kepulauan Nias memiliki kekuatan besar di sektor kelautan dan perikanan yang selama ini belum diberdayakan secara maksimal.

Dengan wilayah yang dikelilingi laut dan memiliki sumber daya ikan melimpah, terutama tuna dan hasil laut bernilai ekspor tinggi, Wilayah Kepulauan Nias dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di sektor kelautan dan perikanan.

BACA JUGA :  Tangguh Hadapi Gejolak Global, PGN Fokus Domestik jadi Pilar Ketahanan Bisnis

Selama bertahun-tahun hasil laut dari wilayah Kepulauan Nias sebagian besar hanya dijual dalam bentuk mentah tanpa proses hilirisasi industri di daerah sendiri. Akibatnya, nilai ekonomi terbesar justru dinikmati daerah lain.

“Wilayah laut Kepulauan Nias sesungguhnya memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Lautnya kaya, hasil ikannya besar, tetapi keuntungan utamanya lebih banyak mengalir keluar daerah, karena kita belum memiliki industri pengolahan yang kuat. Masyarakat akhirnya hanya menjadi penjual bahan baku dengan keuntungan kecil.”, Ungkapnya

Maka dari itu, Yusman Dawolo mendorong Bupati dan Walikota (empat Kabupaten dan satu kota) Dapat fokus membangun kawasan industri perikanan terpadu di wilayah masing-masing sebagai solusi nyata membuka lapangan kerja dalam skala besar.

“Saya menghimbau para Kepala Daerah agar fokus membangun kawasan industri perikanan terpadu sebagai langkah nyata menciptakan ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” Pintanya

BACA JUGA :  Penyediaan Komoditas Cabai, Pemko Medan Jalin Kerjasama Antar Daerah dengan Pemkab Dairi

Untuk diketahui, lanjut Yusman, Apabila sektor perikanan dikelola secara serius, transparan, dan berorientasi jangka panjang, industri tersebut berpotensi menciptakan sekitar 10 ribu hingga 20 ribu lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Wilayah Tano Niha (Kepulauan Nias) layak menjadi salah satu pusat industri perikanan terpadu di wilayah barat Indonesia. Kawasan industri tersebut, Bukan hanya proyek pembangunan fisik semata, tetapi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menggerakkan berbagai sektor secara bersamaan.

Lebih penting lagi, Bahwa kawasan industri perikanan terpadu dapat dikembangkan melalui pembangunan pelabuhan ikan modern bertaraf internasional, pusat pengolahan tuna dan hasil laut, gudang pendingin (cold storage), pusat ekspor hasil laut, industri pengolahan berbasis UMKM, industri pengalengan ikan untuk pasar nasional dan internasional, hingga pusat budidaya lobster dan rumput laut.

Menurut Bang YD, Apabila rantai industri tersebut dibangun secara terintegrasi, dampaknya akan sangat besar terhadap penyerapan tenaga kerja masyarakat. Peluang kerja akan terbuka di berbagai sektor, mulai dari nelayan, tenaga pengolahan ikan, logistik, pengemasan, transportasi, ekspor, hingga industri penyimpanan hasil laut.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Yusman Dawolo : Momentum Persatuan & Semangat Membangun Kepulauan Nias.

Ia juga menilai pembangunan kawasan industri perikanan akan menciptakan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) yang luas bagi masyarakat. Pertumbuhan sektor industri, akan ikut menghidupkan usaha-usaha rakyat seperti warung makan, transportasi, perdagangan kecil, dan UMKM.

“Ketika industri bergerak, Maka ekonomi rakyat juga ikut bergerak. Warung-warung kecil hidup, usaha transportasi berkembang, UMKM tumbuh, dan pendapatan masyarakat meningkat. Inilah yang seharusnya menjadi fokus pembangunan daerah”, Tuturnya

Dalam menunjang taraf kehidupan masyarakat, Yusman Dawolo menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Bupati dan Walikota) memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi dan pencipta ekosistem usaha dimasing-masing wilayah Kepulauan Nias.

Karena masyarakat membutuhkan dukungan infrastruktur dasar seperti pelabuhan bertaraf internasional, jalan, jembatan, listrik, jaringan logistik, hingga akses permodalan dan teknologi.

“Semua infrastruktur dasar tersebut berada dalam kewenangan Pemerintah Daerah. Artinya, Pemerintah Daerah memiliki instrumen dan sumber daya untuk menciptakan lapangan pekerjaan secara besar-besaran apabila benar-benar berpihak kepada rakyat, memiliki kemauan, visi pembangunan jangka panjang, dan keberanian mengambil langkah strategis,” Tutupnya