Isu Penangkapan Jaksa, Kejari Gunungsitoli Bantah & Tegaskan Informasi Bohong.

GUNUNGSITOLI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli secara tegas membantah dan menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan terkait dugaan telah diamankannya Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Gunungsitoli oleh Tim dari Kejaksaan Agung RI adalah sama sekali tidak benar (hoaks). Selasa (19/5/2026)

Kepala Kejari Gunungsitoli (Dr. Firman Halawa, SH, MH) memberitahu bahwa hingga saat ini seluruh jajarannya khususnya Seksi Tindak Pidana Khusus, tetap bekerja secara normal, profesional, dan kondusif dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum seperti biasa.

BACA JUGA :  Kurir Ekstasi 80 Butir, Dua Sejoli Jadi Pesakitan di PN Medan

“Pejabat yang bersangkutan saat ini masih berada di kantor dan tengah menjalankan kegiatan kedinasan sebagaimana mestinya”, Ucapnya

Firman Halawa menegaskan bahwa Kejaksaan Negeri Gunungsitoli tetap berkomitmen untuk selalu transparan dan terbuka terhadap informasi publik.

Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja diembuskan untuk melemahkan semangat penegakan hukum.

BACA JUGA :  Poldasu Ungkap Kasus Pornografi, Tersangka Live Streaming di Leon Kos VIP Tembung

Menurut Firman, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menduga adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang
menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada institusi resmi (check and re-check), Sehingga berpotensi menggiring opini publik yang negatif dan merugikan nama baik institusi
Korps Adhyaksa.

“Kejari Gunungsitoli tetap konsisten memberantas korupsi”, Tutupnya

Sebelumnya, Senin (18/5), Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Rizaldi) juga turut menegaskan bahwa informasi penangkapan salah seorang Jaksa di Kejari Gunungsitoli oleh Kejaksaan Agung adalah tidak benar atau berita bohong.

BACA JUGA :  Kejari Gunungsitoli Terima Penghargaan Atas Capaian Dalam Pemberantasan Korupsi.

“Itu gak benar, berita hoaks itu”, Kata Rizaldi kepada wartawan.