Dari Shanghai Cina, Bang YD Bermimpi *Gunungsitoli 2045* Jadi Kota Modern & Destinasi Wisata Dunia.

GUNUNGSITOLI – Pengalaman menyusuri Sungai Huangpu dengan kapal pesiar di Shanghai, Tiongkok, menjadi inspirasi bagi Pengusaha sukses yang juga Tokoh masyarakat Nias (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) atau yang akrab disapa Bang YD, Untuk membayangkan masa depan Kota Gunungsitoli sebagai kota modern, maju, dan memiliki daya saing global. Jumat (6/11/2026)

Ditengah kemegahan gedung-gedung pencakar langit, modernisasi pelabuhan, penataan kawasan perkotaan, serta aktivitas ekonomi Shanghai yang dinamis, Bang YD melihat bahwa kemajuan sebuah kota harus dibangun melalui visi jangka panjang, perencanaan yang matang, dan keberanian mengambil langkah strategis.

Dari pengalaman tersebut, muncul sebuah gagasan besar tentang masa depan Gunungsitoli. Bang YD membayangkan dalam 20 hingga 25 tahun mendatang, Gunungsitoli dapat berkembang menjadi kota modern, cerdas, tertata, serta menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dunia.

BACA JUGA :  Ihwan Ritonga Terpilih Aklamasi Jadi Ketua APPSI Sumut, Siap Perkuat Pedagang Pasar Tradisional

Menurutnya, Potensi Kota Gunungsitoli harus dikembangkan melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, modernisasi pelabuhan, pengembangan kawasan pesisir, peningkatan investasi, serta penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Namun, Bang YD menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak boleh hanya diukur dari kemegahan bangunan dan pesatnya pembangunan fisik.

“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin lapangan kerja terbuka luas, anak-anak muda memiliki kesempatan menjadi pengusaha, UMKM berkembang, nelayan sejahtera, petani mendapatkan pasar yang lebih baik, serta pendidikan dan pelayanan kesehatan semakin berkualitas”, Terangnya

Bang YD menilai, Gunungsitoli tidak boleh hanya dibangun berdasarkan kebutuhan jangka pendek. Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan perlu mulai memikirkan perencanaan pembangunan untuk 25 hingga 50 tahun ke depan.

BACA JUGA :  Yusman Dawolo Desak Kepala Daerah Di Nias Bangun Industri Perikanan Terpadu, Targetkan 20 Ribu Lapangan Kerja.

Perencanaan tersebut harus mencakup tata ruang perkotaan, infrastruktur transportasi, kawasan ekonomi, pelabuhan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga penyiapan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global.

Bang YD juga mengingatkan bahwa Shanghai tidak dibangun dalam semalam. Kemajuan kota tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan, investasi produktif, inovasi, kualitas sumber daya manusia, dan kolaborasi berbagai pihak.

“Shanghai adalah inspirasi. Gunungsitoli memiliki potensi dan karakteristiknya sendiri. Kita tidak harus meniru Shanghai, tetapi kita harus berani belajar dari kemajuannya. Jangan pernah menganggap Gunungsitoli terlalu kecil untuk memiliki mimpi besar,”, Pungkasnya

Lebih lanjut, Bang YD berharap gagasan Gunungsitoli 2045 dapat menjadi bahan pemikiran bersama bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat dalam merancang arah pembangunan daerah.

BACA JUGA :  Soal Pelarangan Pelayaran KMP Jatra II, Ini Respon PT ASDP Indonesia Ferry.

Baginya, masa depan Gunungsitoli membutuhkan partisipasi dan komitmen seluruh masyarakat, dengan harapan Kota dengan pelabuhan modern berstandar internasional, infrastruktur yang terintegrasi, kawasan pesisir yang tertata indah, investasi global yang berkembang, serta sektor pariwisata yang mampu menarik wisatawan dari berbagai negara.

“Saya ingin melihat lapangan kerja terbuka luas, anak-anak muda memiliki kesempatan menjadi pengusaha, UMKM tumbuh dan naik kelas, nelayan semakin sejahtera, petani mendapatkan pasar yang menguntungkan, serta pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses seluruh masyarakat”, Harapnya

“Masa depan Gunungsitoli bukan sekadar untuk dibayangkan, tetapi harus direncanakan, diperjuangkan, dan diwujudkan bersama”, Tutup Bang YD.