GUNUNGSITOLI — Tokoh masyarakat asal Kepulauan Nias (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) atau sapaan akrab (Bang YD) meminta Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) memperluas bantuan sosial bagi warga lanjut usia (lansia) secara merata di seluruh Kecamatan di wilayah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Sabtu (10/10/2026)
Bang YD mengungkapkan bahwa bantuan perlu disalurkan berdasarkan pendataan dan kriteria yang jelas agar menjangkau lansia yang membutuhkan, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, tanpa uang pensiun, tinggal sendiri, tidak memiliki penghasilan tetap, atau mengalami keterbatasan fisik.
“Kalau memang ada program bantuan untuk lansia, Kita berharap jangan hanya satu atau dua orang saja yang menerima. Masih banyak lansia lainnya yang juga membutuhkan perhatian”, Ucapnya
Ia berharap Pemkot Gunungsitoli dan TP PKK melakukan pendataan menyeluruh terhadap lansia di seluruh Kecamatan secara merata. Pendataan itu perlu mencakup kondisi ekonomi, kebutuhan dasar, tingkat kerentanan, serta dukungan keluarga yang dimiliki setiap lansia. Pendataan tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi lansia yang belum menerima bantuan.
Bang YD juga mendorong Pemerintah mengoptimalkan anggaran sesuai kemampuan keuangan dan ketentuan yang berlaku. Agar setiap program yang menggunakan anggaran publik perlu memiliki sasaran, mekanisme pelaksanaan, dan hasil yang dapat dipantau.
“Jangan sampai ada lansia yang membutuhkan bantuan, tetapi tidak mendapatkan perhatian karena namanya tidak masuk dalam pendataan atau program yang tersedia belum menjangkau mereka”, Ungkapnya
Bang YD menyarankan TP PKK dapat membantu memperkuat pendataan dan menyampaikan informasi mengenai program bantuan kepada masyarakat. Sementara itu, Pemkot diharapkan menjelaskan kriteria penerima, mekanisme pengajuan, kuota, dan ketersediaan anggaran.
Menurutnya, Pemerataan bantuan tidak berarti setiap orang menerima bantuan dalam jumlah yang sama. Pemerintah perlu memastikan lansia yang memenuhi kriteria memperoleh kesempatan yang adil sesuai tingkat kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Bang YD menegaskan bahwa kepedulian terhadap lansia tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial atau penyerahan bantuan kepada sejumlah penerima. Kepedulian perlu diwujudkan dalam kebijakan yang berkesinambungan, dengan mekanisme penyaluran yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sebab, Kepedulian yang sesungguhnya bukan hanya hadir untuk sebagian orang, melainkan berupaya menjangkau setiap warga yang membutuhkan dengan adil, manusiawi, dan bermartabat”, Pungkasnya
“Keberhasilan program sosial tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang diterima warga yang menjadi sasaran program”, Tutupnya
