GUNUNGSITOLI — Kesuksesan dalam kehidupan sering kali diidentikkan dengan kekayaan, jabatan, popularitas maupun berbagai capaian duniawi. Namun bagi salah seorang Tokoh Masyarakat Nias (Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I) atau disapa akrab (Bang YD) bahwa ukuran kesuksesan seseorang tidak berhenti pada seberapa banyak harta yang dimiliki ataupun setinggi apa jabatan yang berhasil diraih.
Menurut Bang YD, Terdapat ukuran yang jauh lebih penting, yakni seberapa besar seseorang mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain, terutama bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Pesan tersebut menjadi refleksi Bang YD mengenai pentingnya membangun kehidupan sosial yang dilandasi kepedulian, empati dan kemanusiaan. Jumat (2/10/2026)
“Sukses bukan dilihat dari banyaknya uang dan tingginya Jabatan yang Anda miliki, tetapi apakah Anda peduli dan membantu mereka yang MISKIN?,” Ujarnya
*Jabatan & Kekayaan Bukan Ukuran Akhir*
Bang YD berpandangan bahwa uang dan jabatan pada dasarnya hanyalah bagian dari perjalanan kehidupan. Keduanya dapat memberikan ruang dan kemampuan yang lebih besar kepada seseorang, tetapi bukan merupakan ukuran akhir dari nilai kemanusiaan.
Sebagai penegasan (lanjut dia) kekayaan akan kehilangan makna apabila hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, sementara di sekitar masih terdapat masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Demikian pula dengan jabatan. Sebuah jabatan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kedudukan, tetapi juga sebagai amanah dan kesempatan untuk memberikan pelayanan serta menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Karena itu, semakin besar kemampuan yang dimiliki seseorang, seharusnya semakin besar pula kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
*Kepedulian Tidak Harus Menunggu Kaya*
Bang YD juga menekankan bahwa berbuat baik dan membantu sesama tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya.
Kepedulian dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Membantu seseorang yang sedang mengalami kesulitan, memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang, membantu biaya pendidikan, meringankan beban keluarga kurang mampu, maupun sekadar memberikan perhatian dan dukungan moral, merupakan bentuk kepedulian yang memiliki nilai kemanusiaan.
“Jangan menunggu menjadi kaya untuk berbuat baik. Kalau hari ini kita memiliki kemampuan untuk membantu, lakukan sesuai kemampuan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan dengan ketulusan, bisa menjadi sangat berarti bagi orang lain,” Ungkap Bang YD.
*Membangun Budaya Saling Peduli*
Lebih jauh, Bang YD berharap kepedulian sosial tidak hanya menjadi tindakan individual, tetapi dapat berkembang menjadi budaya bersama disekitar kita.
Karena masyarakat yang kuat bukan hanya masyarakat yang memiliki pertumbuhan ekonomi, tetapi juga masyarakat yang memiliki solidaritas sosial. Ketika seseorang mengalami kesulitan, ada orang lain yang bersedia membantu. Ketika ada anak yang membutuhkan pendidikan, ada kepedulian untuk membuka jalan. Ketika ada keluarga yang mengalami musibah, ada tangan-tangan yang datang memberikan dukungan.
Semangat semacam itu, menurutnya, perlu terus dipelihara karena kehidupan sosial tidak dapat dibangun hanya dengan angka-angka pembangunan. Karena pembangunan yang sesungguhnya juga menyangkut bagaimana manusia saling memperhatikan, menghargai dan memberikan ruang bagi sesama untuk bangkit dari keterbatasan.
*Jangan Sombong & Tetap Rendah Hati*
Bang YD juga mengingatkan agar manusia tidak mudah menyombongkan harta, jabatan maupun status sosial yang dimiliki. Kehidupan manusia bersifat sementara. Apa yang dimiliki hari ini belum tentu akan dimiliki selamanya. Begitu pula dengan jabatan yang pada waktunya akan berakhir.
Karena itu, manusia perlu menggunakan kesempatan hidup dengan sebaik-baiknya untuk menanam kebaikan dan memberikan manfaat. Pada akhirnya, bukan hanya berapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan yang akan dikenang, tetapi juga bagaimana seseorang memperlakukan orang lain selama menjalani kehidupannya.
Bagi Bang YD, Tindakan kepedulian bukan tentang menunjukkan siapa yang paling banyak memberi. Lebih dari itu, merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik.
Ia berharap kepedulian dapat dilakukan tanpa memandang latar belakang, status sosial maupun kemampuan ekonomi penerima bantuan. Sebab, membantu sesama bukan tentang membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada orang yang dibantu. Sebaliknya, bantuan seharusnya menjadi bentuk persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama manusia.
*Mari Menjadi Manusia yang Bermanfaat*
Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif, Bang YD mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memikirkan keberadaan orang-orang di sekitar.
Kesuksesan, menurutnya, akan memiliki makna yang lebih besar ketika keberhasilan tersebut dapat membuka jalan bagi orang lain untuk ikut merasakan manfaat.
“Jadilah orang yang bermanfaat. Kalau kita memiliki rezeki, bagikan sebagian. Kalau memiliki ilmu, bagikan ilmu. Kalau memiliki kesempatan, bukakan kesempatan untuk orang lain. Karena kehidupan akan jauh lebih berarti ketika keberadaan kita memberikan manfaat”, Terang Bang YD
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan manusia tidak semata-mata terletak pada apa yang berhasil dimiliki, melainkan juga pada apa yang mampu diberikan kepada sesama.
Pada akhirnya, uang dapat habis, jabatan dapat berakhir, dan popularitas dapat berlalu. Namun, kebaikan yang dilakukan dengan ketulusan dapat meninggalkan jejak di hati orang lain.
*itulah salah satu bentuk kesuksesan yang memiliki nilai kemanusiaan: bukan sekadar menjadi seseorang yang berhasil, tetapi menjadi seseorang yang keberadaannya memberi manfaat bagi orang lain”, Tutup Bang YD.
