KEPULAUAN NIAS – Tokoh Masyarakat yang juga Pengusaha muda asal Nias (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) Mengajak generasi muda di seluruh wilayah Kepulauan Nias, Sumatera Utara, untuk mulai membangun pola pikir mandiri dan berani menjadi pencipta lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi dan terbatasnya peluang kerja saat ini.
“Pemuda memiliki peran penting mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kreativitas, inovasi, dan keberanian membangun usaha sendiri”, Ucapnya
Sejak aktif turun ke Kota Gunungsitoli pada tahun 2023 hingga tahun 2026, Yusman Dawolo yang akrab disapa Bang YD memperkirakan telah mendukung 200 orang wirausahawan muda melalui bantuan modal usaha.
Menurut Bang YD, Membantu anak-anak muda melalui pemberian pinjaman modal usaha bergulir tanpa bunga, bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata sekaligus dorongan moral kepada pemerintah daerah agar lebih serius memikirkan masa depan generasi muda, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan secara besar-besaran dan berkelanjutan.
Namun bantuan modal usaha tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Ada proses penilaian dan survei yang dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan diberikan kepada mereka yang memiliki keseriusan dalam menjalankan usaha.
Adapun target penerima bantuan adalah masyarakat dan anak-anak muda yang sebenarnya sudah memiliki keberanian memulai usaha, tetapi mengalami hambatan karena keterbatasan modal dan akses pengembangan usaha.
“Syarat utamanya adalah sudah mulai memiliki usaha, walaupun masih kecil. Kemudian bergabung dalam komunitas Gerakan Peduli. Nanti ada tim yang turun langsung untuk melihat usaha mereka, melakukan survei, dan menilai apakah layak dibantu atau tidak”, Terangnya
Yusman Dawolo menuturkan bahwa persoalan terbesar yang dihadapi banyak anak muda, bukan karena mereka malas bekerja, melainkan karena kesempatan kerja yang tersedia masih sangat terbatas. Karena itu, solusi yang harus dibangun bukan hanya menunggu lowongan pekerjaan dari Pemerintah, tetapi juga menciptakan lebih banyak wirausahawan muda yang mampu membuka usaha dan menyerap tenaga kerja baru.
Ia menilai, Ketika anak muda diberikan kepercayaan, pendampingan, dan dukungan modal, maka mereka tidak hanya mampu mengubah kehidupan keluarganya sendiri, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, Program bantuan modal usaha yang dilakukan bukan semata-mata untuk membantu seseorang bertahan hidup, Melainkan untuk melahirkan generasi pengusaha muda baru yang kuat, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Pembukaan lapangan kerja harus menjadi perhatian utama. Anak-anak muda harus dibantu supaya usaha mereka bisa tumbuh, berkembang, dan menjadi besar.”, Pungkasnya
Bang YD menjelaskan bahwa target utama dari program tersebut adalah agar setiap penerima bantuan usaha minimal mampu membuka pekerjaan bagi tiga orang lainnya. Menurutnya, jika pola ini dijalankan secara masif, maka dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian daerah.
Yusman Dawolo berharap usaha-usaha kecil yang hari ini masih memiliki omzet lima hingga sepuluh juta rupiah per bulan, ke depan dapat berkembang menjadi usaha yang jauh lebih besar dengan omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan.
“Kalau ada seribu anak muda yang membuka usaha dan masing-masing bisa mempekerjakan minimal tiga orang, maka akan tercipta tiga ribu lapangan kerja baru. Ini bukan hal mustahil jika pemerintah benar-benar serius mendukung sektor usaha anak muda”, Ujarnya
Yusman Dawolo menilai kekuatan ekonomi sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran pemerintah, tetapi juga oleh banyaknya masyarakat produktif yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru.
Maka dari itu, Pemerintah Daerah harus mulai mengubah pola pikir pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pemerintah jangan hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari seberapa banyak lapangan pekerjaan yang berhasil diciptakan untuk rakyat.
Lanjut Yusman, Langkah tersebut penting agar pinjaman modal yang diberikan benar-benar menjadi modal pertumbuhan usaha, bukan hanya bantuan sesaat yang akhirnya usaha mereka tidak berkembang.
Lebih jauh, ia menilai bahwa masa depan Kota Gunungsitoli dan Kepulauan Nias secara umum tidak boleh hanya bergantung pada ASN atau proyek. Pemerintah Daerah harus mulai melahirkan lebih banyak pengusaha muda, peternak muda, petani muda, pelaku UMKM, industri kreatif, dan usaha-usaha produktif lainnya yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah.
Pemerintah daerah wajib berani membuat program besar untuk mendukung wirausaha muda melalui bantuan modal, pelatihan, pendampingan usaha, hingga akses pasar, maka dalam beberapa tahun ke depan ribuan lapangan kerja baru bisa tercipta.
“Harapan kita sederhana, Usaha mereka naik kelas. Yang tadinya kecil bisa menjadi besar. Yang tadinya hanya cukup untuk dirinya sendiri, nantinya bisa menggaji banyak orang”, Pintanya
Tokoh Masyarakat ini mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat yang sukses di perantauan, untuk ikut mengambil bagian dalam membangun masa depan generasi muda.
Sebab menurutnya, Ketika anak muda memiliki pekerjaan, usaha, dan harapan hidup yang baik, maka daerah akan lebih maju, kemiskinan akan berkurang, dan masa depan masyarakat akan menjadi lebih kuat.
“Anak muda jangan hanya dijadikan penonton di daerahnya sendiri. Mereka harus diberi kesempatan, didukung, dan dipercaya untuk menjadi penggerak ekonomi daerah”, Tutup Yusman Dawolo.
