PW ISARAH Sumut Segera Bentuk Simpul Sarjana Penggerak

MEDAN – Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Al Washliyah (PW ISARAH) Sumatera Utara melaksanakan rapat persiapan untuk membentuk simpul-simpul Sarjana Penggerak pada Jumat (29/7/2022), di DAZ Café Teladan, Medan.

Dalam rapat yang dihadiri langsung oleh Ketua PW ISARAH Sumut itu, diputuskan mengangkat M Mulyadi Koto SH, sebagai ketua tim, dan Hasnul Arifin Rambe SPd, sebagai pendampingnya.

Ketua PW ISARAH Sumut, Abdul Thaib Siahaan ST, mengatakan pembentukan simpul Sarjana Penggerak ini dilakukan agar keberadaan pengurus ISARAH di berbagai daerah memiliki fungsi yang jelas.

BACA JUGA :  Bentuk Simpul Sarjana Penggerak, PW ISARAH Sumut Hidupkan Kembali Program Pemerintah yang Mati Suri

“Kita lihat selama ini pembentukan pengurus daerah cenderung dilakukan untuk kepentingan sesaat. Karenanya kami menginginkan pada masa mendatang, setiap Pengurus Daerah ISARAH secara otomatis merupakan simpul Sarjana Penggerak agar ISARAH ini memiliki tujuan yang jelas,” terang Abdul.

Abdul berharap setelah simpul-simpul Sarjana Penggerak ini terbentuk di tingkat daerah melalui keberadaan PD ISARAH di seluruh kabupaten/kota, maka masing-masing pengurus daerah bertanggung jawab untuk membentuk simpul-simpulnya di tingkat cabang hingga ke tingkat ranting.

BACA JUGA :  Buka Puasa Bersama Insan Pers, Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab

Pada kesempatan yang sama Mulyadi Koto selaku ketua tim terpilih menambahkan bahwa program Sarjana Penggerak ini seyogyanya pernah menjadi program pemerintah melalui Kementerian
Pemuda dan Olahraga. Akan tetapi program tersebut saat ini tampaknya sudah tidak muncul lagi.

“Dulu ada yang namanya SP3 (Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan). Program di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga. Namun saat ini sepertinya sudah tidak ada lagi,” terang Mulayadi Koto.

BACA JUGA :  Ricky Anthony : NasDem Dukung Syah Afandin Bupati Langkat Periode 2024 – 2029

“Nah, program Sarjana Penggerak yang kami maksud sebetulnya tidak jauh berbeda dengan yang dulu pernah terjadi. Artinya setiap pengurus ISARAH di berbagai tingkatan harus memiliki tanggungjawab moral sebagai penggerak pembangunan di lingkungannya,” tutup Mulyadi. (Red)