Polemik Kesultanan Langkat, Plt Bupati : Harus Diputuskan Bersama Melalui Forum Dialog

LANGKAT – Plt Bupati Langkat Tiorida Br Surbakti, SH menilai polemik Kesultanan Negeri Langkat merupakan persoalan sensitif yang bisa berdampak negatif di Kabupaten Langkat.

Hal itu ditegaskan Plt. Bupati saat menerima audiensi utusan Kesultanan Negeri Langkat yang dipimpin Pangeran Mangkubumi Wan Kevi Novlianhar, ST, Jumat (31/7/2026).

Plt. Bupati menegaskan, Pemkab Langkat akan menerima semua usulan terbaik bagi kemajuan Kabupaten Langkat. Plt Bupati juga mengucapkan terima kasih atas semua penjelasan tentang silsilah Kesultanan Negeri Langkat yang bisa menjadi pengetahuan dan menambah ilmu baginya.

Namun terkait dengan polemik Kesultanan Negeri Langkat, Plt Bupati menyerahkan keputusannya kepada pihak kesultanan.

Menurutnya, potensi masyarakat Melayu Langkat sangat besar dan tokohnya juga merupakan orang-orang hebat dan pintar. Sehingga jika salah dalam mengambil keputusan, bisa membawa dampak negatif bagi masyarakat Langkat.

“Saya takut menanggung dosa, jika salah dalam mengambil keputusan karena menyangkut masa depan Kabupaten Langkat. Untuk itu saya berharap agar persoalan ini dibicarakan secara baik-baik oleh para tokoh Melayu Langkat, sehingga bisa mencapai kesepakatan yang bisa diterima semua pihak,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sampaikan ‘Rapor Merah’ Plt Bupati Langkat, DPD JMB Gelar Aksi Damai

Bupati menyerahkan keputusan seperti apa yang diambil, tapi harus yang terbaik untuk penyelesaiannya. “Jika memang harus diputuskan di forum, ayo kita lakukan bersama-sama,” ujarnya.

Sebelumnya, Prof. Dr OK Saidin selaku Tumenggung Kesultanan Negeri Langkat Kejuruan Stabat kedatangan mereka sebagai utusan dari Sultan Langkat, Tuanku Seri Sultan Harimugaya Abdul Djalil Rahmadsyah untuk bersilaturahmi sekaligus meluruskan isu-isu Kesultanan Negeri Langkat.

OK Saidin juga menyampaikan pesan Sultan Langkat agar silaturahmi dengan Pemkab terus diperkuat dengan mendukung program-program Bupati. “Tuanku Sultan Harimugaya juga menegaskan Kesultanan Langkat tetap mendukung semua program Bupati, karena antara Langkat punya sejarah sendiri antara pemerintah dan kerajaan. Hal ini hendaknya dapat disambung kembali, sehinggaa tidak terjadi pengkotak-kotakan,” ujar OK Saidin.

Sultan Langkat, ujar OK Saidin, juga menegaskan bahwa pihak tetap akan berdiri di atas tradisi dan sejarah Kesultanan Langkat.

Menurutnya, trah Kesultanan Langkat dapat dilihat di makam para sultan di halaman Masjid Azizi di Tanjung Pura, Langkat. Berdasarkan bukti sejarah itu, Sultan Langkat terakhir pasca peristiwa 1946-1948 adalah Suktan Mahmud Abdul Djalil Rahmadsyah.

BACA JUGA :  Ihwan Ritonga Terpilih Aklamasi Jadi Ketua APPSI Sumut, Siap Perkuat Pedagang Pasar Tradisional

“Karena itu, garis pewarisan yang diakui secara adat hanya dapat ditelusuri melalui keturunan langsung beliau yaitu Tuanku Seri Sultan Harimugaya Abdul Djalil Rahmadsyah, bukan dari cabang keluarga di luar garis utama,” ujarnya.

Adapun klaim pihak yang mengaku mendapat wasiat dari Sultan Abdul Aziz, lanjut OK Saidin, bukan merupakan sesuatu yang salah. Tapi tradisi pengangkatan yang tidak sesuai Qanun, yang sudah dijaga selama ratusan tahun,” ujarnya.

Untuk itu, OK Saidin berharap dapat berdiskusi dengan Plt Bupati Langkat agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan.

“Jangan sempat sejarah dan tradisi kesultanan yang sudah dijaga hampir 500 tahun hilang. Jika hilang maka betapa ruginya Melayu Langkat. Ini Marwah Melayu. Kalaupun pun orang-orang Melayu tidak memahami maka akan tersesatlah generasi muda Melayu Langkat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rencana Pemekaran Nias, Ini Fakta & Upaya Perjuangan BPP-PKN Demi Mengejar Ketertinggalan.

Sementara itu, Pangeran Mangkubumi Wan Kevi Novlianhar, ST menyambut baik harapan Plt Bupati agar persoalan ini diselesaikan secara baik-baik melalui forum diskusi.

“Kami menyambut baik usulan itu, karena memang itulah harapan kami agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan masyarakat Melayu Langkat memiliki kepastian siapa sebenarnya pewaris Kesultanan Langkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat Hj Nur Elly Heriani Rambe, MM menjelaskan, permasalahan ini sebenarnya sudah lama menjadi polemik.

Sebelumnya juga sudah diwacanakan akan dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) untuk mencari mana silsilah yang benar untuk menentukan pewaris Kesultanan Langkat.

“Ke depan bagaimana dapat diselesaikan dengan baik agar tidak ada lagi keraguan bagi masyarakat Melayu Langkat siapa yang sebenarnya pewaris Kesultanan Langkat,” ujarnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh keakraban. Selain OK Saidin dan Wan Kevi Nurlianhar, hadir juga Tengku Mahdi yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Langkat dari zuriat kejeruan Stabat. (Red)