Panen Padi Petani Sipirok Meningkat

Tapanuli Selatan – Produksi gabah padi petani pada panen kali ini di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Sarogodung, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) meningkat.

“Produksinya mencapai 6,4 ton per Ha dari sebelumnya sekitar 6 ton per Ha atau kenaikan 400 Kg,” kata Rahadian Pakpahan, PPL Sarogodung, Rabu (22/1).

Menurutnya, hal itu terjadi setelah di ubin di lahan panen gabungan kelompok tani Saba Bolak, Desa Baringin, Sipirok, di wilayah kerjanya.

BACA JUGA :  Hutan Lindung Dirambah, Warga Kwala Serapuh Menjerit

Ia menyatakan bahwa peningkatan hasil panen ini tidak lepas dari penggunaan pupuk organik cair BAM yang diperkenalkan oleh Dinas Pertanian Daerah Tapsel.

Teknologi ini terbukti meningkatkan produktivitas dari sebelumnya 6 ton per hektare menjadi 6,4 ton per hektare. Varietas padi yang ditanam meliputi mikongga, ciherang, dan impari 12.

“Kami berharap penggunaan pupuk organik ini terus didukung, karena hasilnya sangat signifikan dalam meningkatkan produksi padi,” kata Rahadian.

BACA JUGA :  Pemkot Gunungsitoli Sukses Tuntaskan Pendirian Badan Hukum KMP, Pengurus Diminta Serius.

Acara panen ini selain dihadiri PPL, BPP Sipirok, mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Tapsel, serta Dinas Pertanian Daerah Tapsel, bersama Gapoktan Saba Bolak dan koptan.

Elly Lubis, Bidang Produksi Dinas Pertanian Tapsel, menyampaikan bahwa penggunaan pupuk organik cair BAM menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

BACA JUGA :  Paskah MPK Sumut-Aceh, Pj Sekdaprov Sulaiman Harahap Ajak Generasi Muda Jadi Solusi Bangsa

“Kami akan terus mendorong inovasi-inovasi pertanian agar petani di Tapanuli Selatan semakin sejahtera,” tegas Elly dikutip dari Antara.

Lebih jauh Rahadian menambahkan bahwa untuk harga jual gabah kering panen (GKP) di wilayah kerjanya saat ini mencapai Rp5.800 per kilogram, yang juga merupakan kabar baik bagi petani. (red/ant)