LPG 3Kg Langka, Yusman Dawolo Soroti Kepemimpinan : Kota Gunungsitoli Jangan Jalan Ditempat.

GUNUNGSITOLI – Persoalan kelangkaan pasokan gas LPG 3 kilogram yang terus berulang menjadi perhatian masyarakat Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, dinilai seharusnya tidak menjadi persoalan berkepanjangan apabila ditangani dengan tata kelola Pemerintahan, koordinasi, dan kepemimpinan yang baik.

Pengamat sosial sekaligus Tokoh Masyarakat Kepulauan Nias (Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I) yang akrab disapa Bang YD, menilai persoalan LPG 3 kilogram merupakan persoalan dasar yang semestinya dapat diselesaikan juga diantisipasi secara cepat dan sistematis oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli. Senin (24/8/2026)

“Ini sebenarnya persoalan kecil yang sangat mudah diatasi jika kepemimpinannya bagus. Jangan sampai energi Pemerintah habis hanya untuk mengurus persoalan yang semestinya bisa diselesaikan melalui sistem dan koordinasi yang baik”, Ucapnya

BACA JUGA :  Ambulance Bang YD Bantu Antar Jenazah Alm. Hotmida Juliana Harahap Ke Tempat Peristirahatan Terakhir.

Menurut Yusman Dawolo, Pemerintah Kota Gunungsitoli seharusnya tidak hanya sibuk merespons persoalan yang muncul di permukaan, tetapi juga membangun sistem distribusi dan pengawasan yang mampu mencegah masalah serupa terus berulang.

Untuk diketahui, Tantangan Kota Gunungsitoli kedepan jauh lebih besar daripada sekadar menyelesaikan persoalan gas LPG 3 Kilogram. Kota ini membutuhkan terobosan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, menarik investasi, mengembangkan sektor pariwisata dan perikanan, serta memperkuat ekonomi masyarakat.

“Kalau persoalan LPG 3 Kilogram saja harus menyita begitu banyak perhatian Pemerintah, lalu kapan kita berbicara tentang bagaimana menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, membangun ekonomi dan menjadikan Gunungsitoli sebagai kota yang maju?”, Ungkapnya

BACA JUGA :  JAM-Intel Tandatangani Komitmen Sinergi Kejaksaan dan Pemda Bali Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Desa

Yusman Dawolo menegaskan bahwa membandingkan Gunungsitoli dengan kota-kota maju seperti Shanghai bukan berarti menuntut Gunungsitoli menjadi sama dalam ukuran dan skala pembangunan. Namun, Semangat yang perlu ditiru adalah visi, kecepatan mengambil keputusan, kualitas tata kelola, dan keberanian melakukan terobosan.

“Kota Gunungsitoli harus punya mimpi besar. Jangan hanya sibuk menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi lupa menyiapkan masa depan. Kota maju lahir dari kepemimpinan yang mampu melihat jauh ke depan”, Pungkasnya

Tokoh masyarakat Nias ini berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli dapat menjadikan persoalan LPG 3 kilogram sebagai momentum untuk membenahi sistem distribusi, pengawasan, dan koordinasi lintas sektor. Setelah persoalan dasar tersebut tertangani, Pemerintah diharapkan dapat kembali fokus pada agenda pembangunan yang lebih strategis dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA :  Yusman Dawolo Dorong Pemuda Nias Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Melahirkan Wirausahawan Muda.

“Jangan biarkan rakyat kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari. Pastikan LPG 3 kg tersedia, distribusinya tepat sasaran, dan harganya tidak membebani masyarakat”, Pintanya

“Rakyat membutuhkan Pemerintah yang hadir bukan hanya ketika ada masalah, tetapi pemerintah yang mampu membangun sistem sehingga masalah tidak terus berulang. Gunungsitoli membutuhkan kepemimpinan yang bekerja untuk kemajuan jangka panjang”, Tutup Bang YD.