Viral Video Warga Seberangi Sungai Aramo Ditengah Kunker Gubernur, Yusman Dawolo Soroti Pembangunan Jembatan.

KEPULAUAN NIAS — Sebuah video viral di jejaring sosial milik akun Facebook (Mariani Ndruru) yang memperlihatkan warga menyeberangi Sungai Aramo kembali menyita perhatian publik. Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan sekaligus pertanyaan mengenai perhatian Pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di wilayah tersebut. Sabtu (8/8/2026)

Ditengah Gubernur Sumatera Utara (Bobby Nasution) yang tengah berkantor di Kepulauan Nias, Pengamat sosial yang sekaligus Tokoh masyarakat Nias (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) atau yang akrab disapa Bang YD, Mempertanyakan kepastian pembangunan Jembatan di Sungai Aramo, Kecamatan Aramo, Kabupaten Nias Selatan.

Sebagai Ono Niha (asal Suku Nias), Bang YD menyatakan mendukung dan mengapresiasi perhatian Gubernur Sumatera Utara terhadap Kepulauan Nias. Namun, Menurutnya, kehadiran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara harus menghasilkan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

BACA JUGA :  Tim Intel dan Pidsus Kejari Medan Jemput Paksa Mantan Kepala Pusbangnis UINSU

“Sebagai ono niha, Saya senang Pak Gubernur berkantor diwilayah Kepulauan Nias. Tetapi ketika melihat masyarakat masih harus menyeberangi Sungai Aramo seperti dalam video yang beredar, tentu muncul pertanyaan : Kapan Jembatan Aramo ini dibangun?!”, Ujarnya

Yusman Dawolo memberitahu bahwa persoalan Jembatan Aramo tidak boleh dipandang semata sebagai pembangunan fisik. Keberadaan jembatan berkaitan erat dengan keselamatan dan kemudahan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan distribusi kebutuhan sehari-hari.

Yusman Dawolo berharap baik Pemerintah tidak boleh hanya melihat persoalan infrastruktur setelah menjadi viral di media sosial. Kiranya kondisi yang dialami masyarakat harus menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk menentukan prioritas pembangunan.

BACA JUGA :  Klaim Pembukaan Lapangan Kerja Harus Diukur dari Realitas, Bang YD : Bukan Sekedar Data Administratif.

Karena momentum Gubernur Sumut berkantor di Nias seharusnya dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur strategis yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat tidak membutuhkan sekadar janji. Masyarakat membutuhkan kepastian kapan dibangun dan bagaimana solusinya. Kalau Pak Gubernur hadir di Nias, maka persoalan seperti ini harus menjadi perhatian serius”, Pungkasnya

Tidak hanya pembangunan jembatan dan jalan, Bang YD juga berharap pembangunan di Kepulauan Nias mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Agar diketahui, Bahwa ukuran keberhasilan Pemerintah bukan hanya seberapa banyak program yang direncanakan, tetapi seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat.

BACA JUGA :  Kartu Kuning Jadi Pengingat Bagi Pemerintah, Yusman Dawolo Tekankan Pendidikan Jadi Prioritas Utama.

“Harus ada dampaknya. Harus nyata pembangunannya, nyata kemajuannya, terbuka lapangan kerja, harga-harga sembako terjangkau, kesehatan murah dan berkualitas, pendidikan semakin baik dan terjangkau, serta kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.

Yusman Dawolo meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian serius terhadap pembangunan Jembatan Aramo serta menyampaikan langkah konkret dan kepastian pembangunannya kepada warga setempat.

“Jangan biarkan masyarakat terus berada dalam kondisi seperti ini. Video warga menyeberangi Sungai Aramo harus menjadi alarm bagi pemerintah. Rakyat menunggu tindakan nyata, bukan sekadar wacana”, Tutupnya