Ricuh Saat Pertandingan, Final Kiam KONI Batang Serangan Ditiadakan

TribunMerdeka, Batang Serangan – Kericuhan terjadi saat berlangsungnya turnamen sepak bola kaki ayam (Kiam) Cup 2022, Rabu (9/11/2022) kemarin. Akibatnya, pertandingan antara tim Sky Foundation dan Kusima FC terpaksa dihentikan. Tak hanya itu, kedua klub itu juga didiskualifikasi dan pertandingan final pun ditiadakan.

Kepada awak media, Founder Sky Foundation Eko Sky mengatakan, kericuhan yang terjadi berawal dari provokasi pihak lawan. Turnamen yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batang Serangan itu pun mendadak heboh.

BACA JUGA :  Bongkar Mark Up Harga Impor Beras, Anggota Komisi IV DPR Dorong Buat Pansus  

 

“Dari kesaksian penonton, tim Sky Foundation bermain dengan sportif dan berkaulitas. Karena insiden tersebut, pertandingan harus dihentikan. Begitu pun, dari tim kami tidak menanggapi kericuhan tersebut,” kata Eko, Minggu (13/11/2022) siang.

Eko menambahkan, Tim Sky Foundation sangat menjunjung tinggi profesionalitas dan menolak kekerasan saat pertandingan. Namun, hal yang sagat disayangkan saat tim tersebut didiskulifikasi oleh panitia. Begitu pun, founder Sky Foundation itu tetap menghormati keputusan tersebut.

BACA JUGA :  Tingkatkan PAD, Bobby Nasution akan Perbaiki Sistem Pengelolaan Pembayaran Pajak

 

Sebagai apresisiasi, Eko memberikan hadiah kepada manager, pelatih dan para pemain. Mereka dengan solid telah berjuang dan tetap menjunjung tinggi sportifitas dan profesionalitasnya di medan pertandingan.

 

“Yang sangat kita sayangkan, turnamen yang diharapkan dapat menjunjug sportifitas atar penggemar sepak bola, malah berakhir ricuh di babak semi final. Dengan tegas, kami menolak segal bentuk kekerasan dalam pertandingan,” ketus Eko.

 

Eko juga merasa heran atas keputusan yang diambil panitia atas diskualifikasi kedua tim tersebut. Dia menilai, seharusnya panitia melibatkan pihaknya untuk bermusyawarah, dalam mengambil keputusan tersebut.

BACA JUGA :  Jadi Korban KDRT, Ibu Tiga Anak Laporkan Suaminya ke Poldasu

 

Turnamen Kiam yang diikuti 48 tim sepak bola sejak September 2022 itu, seharusnya dapat berlangsung dengan tertib dan aman. Walaupun begitu, tak ada alasan bagi Eko untuk tidak menghormati keputusan yang sudah ditetapkan panitia. “Kami sangat menghormati itu,” ketus mantan atlet nasional itu. (Ahmad)