Profesinya Diseret Atas Tuduhan Pemblokiran Jalan, Pasutri Pegawai Lapas Keberatan & Tegaskan Fitnah.

News, Sumut1018 Dilihat

GUNUNGSITOLI – Pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II-B Gunungsitoli (Vitalis Dian Zebua dan Kesan Ria Telaumbanua) Merasa keberatan atas tuduhan fitnah yang dialamatkan sejumlah pihak hingga menyeret profesi keduanya.

“Secara pribadi, Saya keberatan atas tuduhan yang diduga sengaja disebar dengan menyeret profesi pekerjaan saya dan istri saya”, Ucap Vitalis Dian Zebua ketika memberi pernyataan kepada sejumlah wartawan dirumahnya. Selasa (18/11/2025)

Vitalis menilai bahwa tuduhan dengan menyeret lembaga institusi Pemerintahan adalah sebuah perbuatan tercela dan diduga sengaja menjatuhkan marwah institusi serta pegawainya atas sebuah isu yang tidak berdasarkan fakta.

Dia menegaskan tindakannya murni masalah pribadi dan masalah desa. Tidak ada kaitannya dengan institusi pemerintahan tempatnya bekerja.

Adapun fakta kronologi, lanjut dia, Bahwa pihaknya hanya menolak jalan depan rumahnya yang terletak di Dusun 1, Desa Hilinaa, dilintasi Alat berat (beko). Karena kondisi jalan tersebut rusak dan tidak memungkinkan dilintasi angkutan berat serta lokasi jalan dimaksud merupakan tanah milik keluarga.

Foto : Jalan Yang Dilarang Dilintasi Alat Berat

Ia mempertanyakan keberadaan surat hibah jalan yang diklaim pernah diberikan orang tuanya dan disebut sebagai jalan umum dan hingga saat ini belum jelas.

“Saya hanya menolak alat berat itu melintas dijalan depan rumah saya. Saya gak tahu untuk apa alat berat itu dipaksa melewati jalan tersebut. Kondisi jalan itu parah, Siapa yang tanggung jawab bila jalan itu rusaknya makin parah. Lokasi jalan tersebut juga masih bagian dari dokumen tanah keluarga saya dan belum pernah dihibahkan kepada siapapun”, Tegas Vitalis

Hal senada juga disampaikan Kesan Ria Telaumbanua yang turut membantah tuduhan memblokir jalan secara permanen dan mengaitkannya dengan profesinya.

Kesan Ria merasa tersinggung dengan pemberitaan yang tidak akurat dan tanpa adanya konfirmasi hingga mengaitkan masalah ini dengan institusinya. Menurut dia bahwa status jalan yang sebenarnya masih belum jelas dan masih menunggu mediasi.

“Secara pribadi kami kecewa dengan oknum yang memberi tuduhan sesat tersebut. Bahkan kami belum pernah dikonfirmasi, tiba-tiba langsung diberitakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab”, Tutupnya

(***)