GUNUNGSITOLI – Tiba di wilayah Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Salah seorang Tokoh Masyarakat Nias (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) atau sapaan akrab Bang YD, didampingi Tim Gerakan Peduli (GP) Kota Gunungsitoli, turun langsung menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat yang kurang mampu dibeberapa wilayah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Jumat (30/10/2026)
Dalam penyaluran kali ini, Salah seorang korban kebakaran (Marlinus Harefa alias Ama Nestor / 48 Tahun) asal Desa Luaha Laraga, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, yang sudah hampir setahun lebih terpaksa bermukim ditenda bantuan, Turut menyita perhatian Bang YD bersama Gerakan Peduli.

Dihadapan Bang YD dan Gerakan Peduli, Keluarga Marlinus Harefa alias Ama Nestor menceritakan insiden memilukan yang mereka alami dan kondisi keterbatasan ekonomi sejak dampak kebakaran tersebut.
Tidak hanya itu, Keluarga Ama Nestor turut mengucapkan Terima kasih atas kunjungan dari Bang YD bersama Tim Gerakan Peduli dengan harapan kiranya aksi sosial ini terus berkelanjutan.
“Saya berterima kasih atas kunjungan Pak Yusman Dawolo atau Bang YD. Beban hidup kami serasa berkurang. Kiranya Pak Yusman Dawolo sehat selalu dan tetap bermanfaat untuk masyarakat”, Ucap Marlinus Harefa alias Ama Nestor.
Ditempat berbeda, Bang YD dan Tim Gerakan Peduli juga menyalurkan bantuan sosial kepada (Wiber Telaumbanua / 19 Tahun) seorang anak yatim piatu asal Desa Onowaembo, Kecamatan Gunungsitoli, yang telah putus sekolah untuk bekerja sebagai Tukang cuci kendaraan dalam membiayai kedua adik-adiknya sekolah. Serta seorang lansia Janda Miskin (Ina Idaman Zega / 58 Tahun) warga Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, yang keseharian hidupnya dibiayai anaknya.

“Selama ini Saya cuma melihat Bang YD itu di media sosial. Mungkin ini rejeki dari Tuhan yang disampaikan melalui Bang YD. Terimakasih atas bantuan ini. Semoga beliau sehat selalu”, Ucap Wiber Telaumbanua dan Ina Idaman Zega.

Melihat situasi tersebut, Bang YD meminta kepedulian tinggi Pemerintah Kota Gunungsitoli kepada keluarga Marlinus Harefa (Ama Nestor), Ina Idaman Zega, dan Wiber Telaumbanua. Ketiga keluarga tersebut dinilai sangat layak mendapat pengawasan sosial dari Pemerintah.
“Saya dengar langsung keluh kesah dan kesedihan mereka. Dinas Sosial agar lebih peka dan agresif membantu mereka. Keluarga Pak Marlinus (Ama Nestor) udah hampir setahun hidup terkatung-katung tanpa rumah dan penghasilan yang jelas, Ananda Wiber Telaumbanua yang kini putus sekolah dan bekerja keras menghidupi adik-adiknya, serta Ibu Idaman Zega yang miskin dan sakit-sakitan. Harapan kita mereka ini dapat segera diperhatikan”, Ungkapnya
“Saya mendesak Dinas Sosial dan Instansi terkait agar mereka segera diperhatikan. Jangan hanya sibuk mendata dan foto-foto saja. Berikan wujud nyata dalam meringankan beban hidup mereka”, Pungkas Bang YD.
Pantauan dilapangan, Kegiatan berjalan baik dan penuh hikmat. Tampak antusias masyarakat sekitar saat melihat Bang YD dan Tim Gerakan Peduli menyambangi para keluarga kurang mampu tersebut sembari memberikan sejumlah bantuan sembako (Beras 10 Kg, Telur, Minyak Goreng, Gula, Teh, Indomie, Susu dan Roti) serta bantuan berupa uang.
Bagi Bang YD, Keberhasilan bukan hanya tentang seberapa banyak harta yang dimiliki atau setinggi apa jabatan yang diraih, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama. Sebab, kepedulian yang tulus bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata yang mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
