NIAS BARAT – Menteri Kesehatan RI (Budi Gunadi Sadikin) meresmikan groundbreaking proyek pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Pratama Tipe C di Onolimbu, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto memiliki agenda kesehatan nasional diantaranya pembangunan 66 rumah sakit (Tipe-C) disejumlah wilayah yang kategori daerah tertinggal. Untuk Pembangunan rumah sakit pratama di Nias Barat ini adalah agenda grounbreaking ke 19”, Ucap Menkes dalam sambutannya. Jumat (11/7/2025)
Menkes Budi menuturkan bahwa selain agenda pembangunan, Rumah Sakit ini nanti akan menyediakan alat-alat medis berupa cityscan jantung, alat hemodialisis serta alat kemoterapi untuk penanganan kanker.
Dia juga meminta kiranya Pimpinan Daerah mampu memperbaiki tata kelola manajemen dengan profesional serta membentuk master plan yang konfkrit. Lebih penting lagi menjamin ketersediaan dokter spesialis minimal 9 orang dokter spesialis, Karena untuk apa nanti alatnya lengkap, Namun dokter spesialis tidak tersedia.
“Kita fokus aja dulu mengembangkan satu rumah sakit. Gak perlu banyak-banyak. Karena susah cari tenaga medisnya. Saya sedih sekali jika ada rumah sakit yang bagus, Tapi warga enggan berobat, Karena masalah BPJS dan minimnya kualitas pelayanan tenaga medis. Moga Rumah Sakit Pratama ini dapat menjadi solusi bagi rakyat Nias Barat yang ingin mendapat layanan kesehatan”, Harap Menkes Budi.
Bupati Nias Barat (Eliyunus Waruwu) dalam pernyataannya menyampaikan bahwa pembangunan RSU Pratama yang bersumber dari anggaran Dana Kementerian Alokasi Khusus Fisik (DAU Fisik) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 142 Miliar ini kiranya menjadi harapan baru masyarakat dalam optimalisasi pelayanan kesehatan.
Tidak hanya itu, Upaya dalam peningkatan Akreditasi Rumah Sakit juga menjadi prioritas utama sebagai langkah dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan.
“Semoga kedepan, RSU Pratama ini menjadi pusat layanan penanganan kanker dan penyakit kronis lainnya. Serta menjadi pusat rujukan kesehatan, Jadi kita gak perlu lagi merujuk pasien ke Gunungsitoli dan Medan”, Harapnya
Dihadapan Menkes, Bupati Eliyunus mengungkapkan sejumlah kondisi geografis wilayah Kabupaten Nias Barat, Minimnya sarana prasarana, Serta minimnya ketersediaan tenaga medis berupa dokter spesialis yang mana menjadi kendala utama penanganan pelayanan kesehatan.
“Tenaga medis dokter di Nias Barat sedikit. Itupun memiliki tugas di daerah lain. Sehingga tidak fokus bertugas di Nias Barat. Ditambah lagi, adanya tenaga medis yang pendidikannya pernah kita biayai melalui APBD, Namun malah enggan mengabdi didaerahnya sendiri. Keterbatasan SDM merupakan kendala utama kami”, Terangnya
Sedangkan Wakil Gubernur Sumatera Utara (H. Surya) Menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh adanya pengembangan layanan kesehatan dan sumber daya manusia diwilayah Kabupaten Nias Barat.
“Kiranya rumah sakit ini menjadi simbol kemajuan dan pusat layanan kesehatan modern dan tempat warga menggantungkan harapannya”, Kata Wagub Sumut

Pantauan dilapangan, Groundbreaking dimulainya Proyek Pembangunan Rumah Sakit Pratama itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan dan Forum Kepala Daerah.
(Rama)
