DELI SERDANG – Kreativitas ditunjukkan SDN 104209 Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekolah, pihak sekolah menyulap area yang sebelumnya tidak terpakai menjadi kebun sayur produktif yang sekaligus menjadi media pembelajaran bagi para siswa.
Program tersebut digagas Kepala SDN 104209 Saentis, Supryadi, bersama para guru. Di sela-sela waktu di luar jam mengajar, mereka bergotong royong mengolah lahan sekolah dengan menanam berbagai jenis sayuran.
Kini, pekarangan sekolah yang dulunya dipenuhi semak belukar telah berubah menjadi kebun hijau yang ditanami cabai, tomat, bayam, kangkung, serta aneka tanaman hortikultura lainnya.
Kebun Sekolah Jadi Sarana Belajar Siswa
Supryadi mengatakan, keberadaan kebun sekolah tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa.
Menurutnya, anak-anak dapat mengenal proses bercocok tanam secara langsung, mulai dari mengolah tanah, menanam bibit, merawat tanaman hingga memanen hasilnya.
“Kami ingin sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar di dalam kelas. Anak-anak juga perlu mendapatkan pengalaman praktik agar lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mencintai pertanian sejak dini,” ujar Supryadi, Selasa (14/7/2026).

Hasil Panen Dijual, Keuntungannya untuk Seragam Guru
Program kebun sekolah ini juga memberikan manfaat ekonomi. Hasil panen sayuran dipasarkan kepada masyarakat sekitar, terutama para orang tua siswa yang banyak berprofesi sebagai pedagang sayur.
Supryadi mengungkapkan, pemasaran hasil panen tidak mengalami kendala karena sudah memiliki pembeli tetap.
“Setiap panen, hasil sayuran langsung dibeli oleh para orang tua siswa yang memang berjualan sayur. Dana hasil penjualan kemudian kami kumpulkan untuk membeli seragam olahraga bagi para guru,” jelasnya.
Guru Bergotong Royong Merawat Kebun
Keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kekompakan seluruh tenaga pendidik di SDN 104209 Saentis.
Para guru secara bergiliran menyiram tanaman dan melakukan perawatan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Salah seorang guru mengatakan, lahan yang kini menjadi kebun produktif sebelumnya hanya dipenuhi semak belukar.
“Dulu tempat ini penuh semak. Sekarang menjadi kebun yang bisa dimanfaatkan sebagai media belajar anak-anak. Setiap pagi kami bergantian menyiram tanaman sebelum masuk kelas,” katanya.
Tanamkan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini
Melalui program kebun sekolah, pihak SDN 104209 Saentis berharap dapat menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong, kedisiplinan, serta kemandirian kepada para siswa.
Selain dijual, hasil panen ke depan juga direncanakan akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kantin sekolah sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga sekolah.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari para orang tua siswa. Mereka menilai kegiatan seperti ini tidak hanya membuat lingkungan sekolah lebih hijau dan produktif, tetapi juga membentuk karakter anak sejak usia dini melalui pendidikan berbasis praktik.
Dengan memadukan pendidikan, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi sederhana, SDN 104209 Saentis menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi tempat lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga sekolah maupun masyarakat sekitar. (Red)











