Kementerian UMKM Dialog Kewirausahaan di USM Indonesia, Dorong Mahasiswa  Berwirausaha

Medan -Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia (Kementerian UMKM ) ajak mahasiswa untuk berwirausaha, baik melalui  kegiatan ekstrakurikuler maupun program khusus di kampus.

“Dengan berwirausaha selain menciptakan peluang usaha juga meningkatkan keterampilan  mahasiswa,” ujar Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah, Selasa (20/4/2025).

Siti Azizah menyampaikan hal itu
mewakili Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman di hadapan para mahasiswa Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM Indonesia) Medan pada dialog kewirausahaan di Aula Ign Washington Purba Hall, kampus tersebut Jalan Kapten Muskim Medan.

Disebutkan Azizah, pilihan kerja saat ini terbagi menjadi dua jalur utama, yakni sektor pemerintahan dan sektor swasta.

Namun, keduanya menghadapi keterbatasan. Apalagi di tengah dinamika dan tantangan dunia usaha yang kian kompleks.

Karena itu, ia menilai menjadi wirausaha adalah langkah yang paling tepat.

“Kita terus mengajak dan mendorong generasi muda terutama mahasiswa untuk tidak hanya mencari kerja tetapi
berwirausaha dan bisa menciptakan pekerjaan bagi orang lain,” harapnya.

Menurut Azizah, upaya meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia, tidak semata-mata didorong oleh target pembangunan nasional, tetapi karena memang menjadi kebutuhan bangsa.

Jadi tujuan menambah jumlah wirausaha bukan hanya karena  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), tapi karena kondisi saat ini memang menuntut  untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

BACA JUGA :  Tokoh Pendidikan Prof Syawal Gultom Terima Penghargaan dari Lembaga Konsultasi Pendidikan Citra Sumut

Di Sumut, katanya potensi berwirausaha luar biasa. Saat ini ada 1,2 juta wirausahawan yang bisa didorong untuk tumbuh.

“Profesi wirausaha bukanlah hal biasa. Justru, sangat mulia. Bahkan, Presiden RI Prabowo Subianto menempatkan penguatan kewirausahaan sebagai bagian dari Asta Cita, arah pembangunan nasional yang mencerminkan visi besar negara,” paparnya.

Dia juga mengakui tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha, terutama perempuan. Meski 64 persen pelaku UMKM adalah perempuan, akses terhadap layanan keuangan, perizinan, dan teknologi digital masih belum merata.

Disebutkannya, banyak wirausaha perempuan yang masih terkendala izin dari keluarga maupun akses ke perbankan juga masih rendah.

Karena itu dia berharap agar lembaga keuangan ke depan harus lebih mendukung womenpreneur agar mereka bisa berkembang.

Azizah juga mengingatkan dunia saat ini membutuhkan sektor care economy, seperti layanan kesehatan, perawatan, dan kepedulian sosial, yang bisa menjadi peluang besar bagi generasi muda.

Untuk itu Azizah mendorong agar para mahasiswa maju terus untuk jadi wirausaha. Meski banyak tantangannya, dari perizinan sampai sertifikasi.

BACA JUGA :  Semarak Seni Budaya Nusantara  USM Indonesia, Dua Dosen Terima Penghargaan pada Peringatan Hari Guru Nasional 2023 

“Karenanya kita perlu kolaborasi
dengan kementerian dan lembaga lain serta saling bantu, untuk melakukan pembinaan, pengembangan dan pelatihan dalam hal ini. Sehingga apa yang dibutuhkan calon UMKM bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Hadir pada dialog itu Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba SH MM, Kepala BBPOM di Medan Martin Suhendri, Ketua IAI Sumut Agustama, para asisten Deputi Kementerian UMKM, mahasiswa dan dosen USM Indonesia serta lainnya.

Pada sambutannya, Parlindungan menyatakan komitmen USM Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam penguatan ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Parlindungan dalam paparannya  menegaskan USM Indonesia tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan wirausahawan muda yang inovatif, berintegritas, dan siap bersaing di tengah transformasi digital dan tantangan ekonomi global.

USM Indonesia, katanya saat ini telah mengembangkan sejumlah pusat studi dan unit penggerak kewirausahaan, seperti Pusat Studi Lingkungan dan Sampah; Pusat Studi Rendah Karbon; Career Development & Alumni Centre serta 12 Unit UMKM mahasiswa aktif.

Bahkan lebih dari 79 mahasiswa  aktif terlibat dalam program kewirausahaan kampus. Demikian juga beberapa UMKM mahasiswa yang telah berjalan antara lain Baby Spa, Spa Hamil, Pizza Oe, Rani Florist, CV Moga Pertama Perkasa, hingga Samura Home Care.

BACA JUGA :  Terapkan Core Values, USM Indonesia Hasilkan Lulusan Berdaya Saing Global

Disebutkannya, kolaborasi strategis juga terus dijalin, termasuk pelatihan digitalisasi UMKM berbasis kurikulum Merdeka Belajar, program pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu kerja sama dengan berbagai pihak seperti KADIN, APINDO, PTPN IV, BPOM dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung produk lokal dan perluasan akses pasar.

“Kami menyambut baik arahan ibu dan berharap USM Indonesia dapat menjadi bagian dari ekosistem UMKM binaan Kementerian UMKM,” imbuh Ketua Yayasan.

USM-Indonesia juga mengajukan harapan agar bisa menjalin pilot project bersama Kementerian dalam program inkubasi wirausaha mahasiswa, serta memperoleh dukungan dalam pembiayaan mikro, literasi ekspor, dan platform digitalisasi UMKM kampus.

“Kami siap bekerja sama dan  sudah siapkan tempatnya,” kata Parlindungan.

Pada acara tersebut Parlindungan juga memperkenalkan alumni USM Indonesia yang sudah bekerja di Jepang melalui tayangan video.

Usai dialog, Siti Azizah didampingi Parlindungan Purba melihat display produk kewirausahaan baik produk pangan dan sandang serta jasa dari para mahasiswa USM Indonesia. ( red)