MEDAN– Upaya menumbuhkan minat mahasiswa menjadi pelaku usaha terus diperkuat Universitas Prima Indonesia (Unpri).
Melalui Career Entrepreneurship Development Centre (CEDC), Unpri menggelar Talkshow Kewirausahaan sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga perusahaan dan organisasi bisnis di Main Hall Lantai 10 kampus Jalan Sampul Medan, Kamis (25/6/2026)
Rektor Unpri, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes., diwakili Wakil Rektor III Refi Ikhtiari, S.Si., M.Sc., Ph.D menandatangani kerja sama dengan 3 perusahaan.
Ketiga perusahaan itu yakni PT Adarista Amita Sintesa Azizan yang diwakili Direktur Khair, SH, MKn, PT Bintang Tiga Jaya diwakili Direktur Utama Susilawati, serta Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut diwakili Ketua AEKI Sumut, Saidul Alam, S.S., M.I.Kom.
Talkshow yang dimoderatori dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpri, Dede Ansyari Guci, S.E M.Sc Ph.D., menghadirkan sejumlah pelaku usaha dan organisasi pengusaha untuk berbagi pengalaman serta strategi membangun bisnis kepada sekira 1.000 mahasiswa yang hadir.
Ketua BPC HIPMI Kota Medan, Ryalsyah Putra, S.E., M.Si., sebagai pembicara pertama menekankan pentingnya mahasiswa memiliki visi yang lebih besar daripada sekadar mencari pekerjaan.
“Jelas dulu apa visi dan misi kita. Saya berharap visi mahasiswa Unpri jangan hanya ingin mendapatkan lapangan kerja, tetapi juga bisa berwirausaha yang pada akhirnya membuka lapangan kerja baru. Bergabunglah dengan komunitas yang positif, seperti komunitas bisnis dan investasi agar lebih mandiri,” tuturnya.
Ia mengakui membangun usaha bukan perkara mudah dan membutuhkan mental yang kuat serta kesiapan menghadapi risiko.
“Buka usaha itu butuh semangat tinggi, semangat untuk maju, menghadapi tantangan, dan menerima hasil, baik untung maupun rugi. Tidak ada yang berhasil secara instan. Mulailah dari usaha kecil agar ketika berkembang menjadi besar, kita sudah tahan banting,” katanya.
Ryalsyah juga menilai jaringan bisnis menjadi faktor penting dalam perkembangan usaha. Menurutnya, keberadaan organisasi seperti HIPMI membuka akses kolaborasi dan pembelajaran antarpelaku usaha.
“Inilah perlunya jaringan, yang pada akhirnya bisa melakukan kerja sama bisnis dengan anggota lainnya dan membantu kita terus berkembang serta saling membesarkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum JAPNAS Sumut Erwin Bumi, S.E., M.M., yang diwakili Zulham Effendi, S.T., M.Sc., Eng., selaku Direktur Badan Otonomi Inkubasi Bisnis dan Pembinaan Wirausaha JAPNAS Sumut, menjelaskan pentingnya membangun usaha melalui visi, aksi, dan kolaborasi.
“Mulailah dari keberanian bermimpi atau menentukan visi yang ingin dituju, lalu lakukan misi atau tindakan nyata, kemudian bangun kolaborasi dengan berbagai pihak dan jejaring yang lebih luas,” tegasnya.
Menurut Zulham, pelaku usaha saat ini juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan memahami karakter pasar yang dituju.
“Mau pakai platform apa pun, yang penting kita memahami segmen pasarnya. Jika masyarakat lebih aktif di Instagram, maka promosi harus disesuaikan dengan platform tersebut. Konsistensi dan pelayanan yang baik tetap menjadi kunci,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara Unpri dan JAPNAS Sumut akan diwujudkan melalui berbagai program pendampingan, mulai dari magang bisnis hingga workshop kewirausahaan yang melibatkan anggota JAPNAS sebagai mentor.
“Mahasiswa bisa magang di perusahaan anggota JAPNAS Sumut atau membuka usaha sambil didampingi mentor. Risiko gagal tetap ada, tetapi bisa diperkecil. Karena itu, mahasiswa jangan hanya fokus pada hasil, melainkan menikmati proses pembelajaran dan penguatan pola pikir,” katanya.
Dalam sesi diskusi, Dede Ansyari mengungkapkan bahwa banyak mahasiswa masih takut memulai usaha karena khawatir mengalami kegagalan. Pertanyaan tersebut memicu diskusi interaktif mengenai keberanian mengambil risiko, kebutuhan modal, hingga strategi membangun usaha di era digital.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mahasiswa, khususnya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpri, mengenai peluang usaha dan langkah awal menjadi entrepreneur.
Secara terpisah, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unpri, Prof. Dr. Tommy Leonard, S.H., M.Kn., menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, kewirausahaan menjadi sarana efektif bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus melatih kemampuan memecahkan masalah dan membangun kemandirian finansial. (Red))







