Apresiasi Pengiriman Pelatihan Tenaga Kerja, Yusman Dawolo Harap Pemkot Gunungsitoli Transparan.

GUNUNGSITOLI – Tokoh masyarakat Nias (Dr. HC. Yusmam Dawolo, M.Kom.I) mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Gunungsitoli yang mengirim peserta Pelatihan Tenaga Kerja ke Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Sumatera Utara.

Menurutnya, program tersebut merupakan upaya positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menciptakan wirausaha baru, serta mengurangi angka pengangguran di daerah.

“Program pelatihan seperti ini sangat baik karena memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri”, Ucapnya. Senin (22/6/2026)

Meskipun memberikan apresiasi, Yusman Dawolo dengan sapaan akrab Bang YD menilai bahwa pelaksanaan program yang baik harus disertai dengan proses yang terbuka dan transparan agar tidak menimbulkan pertanyaan maupun spekulasi di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Yusman Dawolo : Momentum Persatuan & Semangat Membangun Kepulauan Nias.

Untuk itu, Bang YD mendorong Pemerintah Kota Gunungsitoli memberikan penjelasan secara terbuka terkait mekanisme rekrutmen peserta pelatihan tenaga kerja yang diberangkatkan ke BBPVP Medan.

Beberapa hal yang menurutnya perlu dijelaskan kepada publik antara lain : Waktu pengumuman rekrutmen peserta, Media atau sarana yang digunakan untuk menyebarkan informasi, Jumlah pendaftar dan peserta yang diterima, Kriteria serta indikator penilaian yang digunakan, hingga alasan mengapa peserta tertentu dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pelatihan.

BACA JUGA :  Yusman Dawolo Dorong Pemuda Nias Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Melahirkan Wirausahawan Muda.

“Transparansi diperlukan agar masyarakat mengetahui bahwa proses seleksi dilakukan secara adil dan profesional. Setiap anak muda di Kota Gunungsitoli harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program-program peningkatan kapasitas yang diselenggarakan pemerintah”, Ungkapnya

Bang YD menegaskan bahwa program pemberdayaan masyarakat tidak boleh dipengaruhi oleh faktor kedekatan, titipan, balas jasa, hubungan keluarga, maupun kepentingan tertentu yang dapat mengurangi rasa keadilan di tengah masyarakat.

Menurutnya, program yang dibiayai oleh negara harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat dan dapat diakses oleh siapa saja yang memenuhi persyaratan.

BACA JUGA :  Kartu Kuning Jadi Pengingat Bagi Pemerintah, Yusman Dawolo Tekankan Pendidikan Jadi Prioritas Utama.

“Program yang baik akan semakin dipercaya apabila prosesnya juga terbuka, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kepercayaan publik terhadap pemerintah dibangun melalui transparansi dan kesetaraan kesempatan bagi seluruh warga”, Pungkasnya

Yusman Dawolo berharap ke depan seluruh program pelatihan, bantuan, maupun pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan Pemerintah dapat dilakukan secara lebih terbuka sehingga mampu melahirkan kepercayaan publik yang kuat serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Kota Gunungsitoli.

“Transparansi itu penting dan pengiriman pelatihan tenaga kerja ini perlu diteruskan”, Harapnya