RE Nainggolan Apresiasi Respon Cepat Bobby Nasution Bantu Kepulangan Kontingen Pesparawi Sumut dari Papua

MEDAN – Langkah cepat Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam mengatasi kendala kepulangan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumut dari Manokwari, Papua Barat, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, RE Nainggolan, menilai respons Bobby Nasution menunjukkan karakter seorang pemimpin yang hadir di tengah persoalan masyarakat dan mampu mengambil keputusan secara cepat ketika dibutuhkan.

Apresiasi tersebut disampaikan RE Nainggolan saat ditemui di Kantor Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut-Aceh, Jalan Gaperta Nomor 309 Medan, Jumat (26/6/2026).

RE Nainggolan: Kepedulian Bobby Nasution Patut Diapresiasi

Menurut RE Nainggolan, keputusan Bobby Nasution membantu menyelesaikan persoalan kepulangan kontingen Pesparawi Sumut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menjalankan tugas membawa nama daerah di tingkat nasional.

“Ini merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa. Seorang pemimpin harus mampu hadir, merasakan kesulitan masyarakat, lalu mengambil langkah cepat untuk memberikan solusi,” ujar RE Nainggolan.

BACA JUGA :  Jembatan Sei Air Tenang Padang Tualang Ambruk, Dinas PUPR Provsu Tidur?

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara periode 2008–2010 itu mengatakan, perhatian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program pembangunan, tetapi juga melalui kecepatan merespons persoalan yang muncul.

Kontingen Pesparawi Terkendala Biaya Tiket Pulang

Sebelumnya, kontingen Pesparawi Sumut mengikuti ajang nasional di Manokwari, Papua Barat, dengan dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp3 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung keberangkatan kontingen yang dipimpin Pdt. Berkat Laoly.

Namun setelah kegiatan selesai, kontingen menghadapi kendala akibat melonjaknya harga tiket pesawat sehingga anggaran yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk membiayai kepulangan seluruh peserta ke Sumatera Utara.

Bobby Nasution Langsung Ambil Langkah

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumut, Abu Kosim, menjelaskan pimpinan kontingen kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada Gubernur Sumut.

BACA JUGA :  Tingkatkan Iman Dan Taqwa Polres Padang Lawas Rutin Laksanakan Kegiatan Binrohtal

Menurut Abu Kosim, kebutuhan tambahan anggaran untuk memulangkan 113 anggota kontingen diperkirakan mencapai sekitar Rp1,3 miliar.

Mendapat laporan tersebut, Bobby Nasution langsung mengambil langkah agar seluruh peserta dapat kembali ke Medan tanpa mengalami kendala.

Dinilai Cerminkan Kepemimpinan yang Responsif

RE Nainggolan menilai tindakan cepat tersebut merupakan contoh kepemimpinan yang mengedepankan empati dan tanggung jawab.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat yang sedang menjalankan tugas membawa nama daerah mengalami kesulitan.

“Bayangkan jika persoalan ini tidak segera ditangani. Ada 113 orang yang telah mengharumkan nama Sumatera Utara, tetapi terkendala untuk pulang. Respons cepat pemerintah menunjukkan negara benar-benar hadir,” katanya.

Perhatian pada Kegiatan Keagamaan dan Sosial

Sebagai Ketua MPKW Sumut-Aceh, RE Nainggolan juga menilai perhatian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.

BACA JUGA :  Pelindo Gunungsitoli Sambangi PDS, Wujud Tingkatkan Pelayanan Di Pelabuhan Angin.

Ia menegaskan, keberhasilan seorang kepala daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau program strategis, tetapi juga dari kepekaan dalam membantu masyarakat ketika menghadapi persoalan.

“Pemimpin yang baik bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan solusi bagi masyarakat. Apa yang dilakukan Bobby Nasution dalam persoalan kontingen Pesparawi ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, RE Nainggolan berharap semangat melayani dan kepedulian terhadap masyarakat terus menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan di Sumatera Utara.

“Semoga kepedulian seperti ini terus dipertahankan sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam setiap persoalan yang mereka hadapi,” tutupnya. (Red)