Ketupat Toba 2025, 396 Personil Gabungan Diturunkan Diwilkum Polres Nias.

GUNUNGSITOLI – Sebanyak 396 personil gabungan diturunkan dalam operasi ketubat toba tahun 2025 yang nantinya akan ditempatkan disejumlah pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu.

Hal itu disampaikan Kapolres Nias melalui Plt. Kasi Humas Polres (AIPDA Motivasi Gea) kepada wartawan Tribun Merdeka. Kamis (20/3/2025)

“Adapun jumlah personil gabungan yakni : 290 (Polres Nias), 10 (Brimob), 20 (TNI), 14 (Satpol PP), 14 (Dishub), 14 (Dinkes), 14 (BPBD), 12 (Basarnas), 4 (Damkar) dan 4 (ASDP). Totalnya 396 personil”, Terangnya

BACA JUGA :  Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta Demo KPK dan BRI Pusat : Tangkap Oknum yang Terlibat Kasus KUR Fiktif Rp 17 Miliar

Sebelumnya, Kepolisian Resort Nias bersama seluruh stackholder menggelar apel gelar pasukan operasi ketupat toba 2025 di halaman Mapolres Nias. Jalan Bhayangkara, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Apel dipimpin oleh Waka Polres Nias, (Kompol SK. Harefa, S.Pd., M.H) dengan Perwira Apel Kasat Lantas Polres Nias, (AKP Sonahami Lase, S.H., M.H), serta Komandan Apel (IPDA Desrianus Zebua).

Dalam Amanat Kapolri yang dibaca oleh Wakapolres Nias memberitahu bahwa Apel ini bertujuan memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam pengamanan mudik serta perayaan Idul Fitri 1446 H. Berdasarkan survei Kemenhub RI, diperkirakan 146,48 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada tahun ini. Untuk itu, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2025 pada 23 Maret – 8 April 2025 dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”.

BACA JUGA :  Bupati Deli Serdang Lantik 7 Pengawas dan 402 Kepala Sekolah

Selain itu, akan diterapkan rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap, contra flow, dan one way system guna mengurai kemacetan.

Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan pembatasan operasional angkutan barang, penyediaan buffer zone, serta pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok. Waka Polres Nias mengingatkan pentingnya pelayanan humanis kepada masyarakat serta optimalisasi layanan darurat 110.

BACA JUGA :  Lanjutan Kasus Perkeretaapian Medan, Kejagung Periksa 2 Saksi Lagi

”Selamat bertugas dan tetap semangat”. Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah untuk mencari ridho dan keberkahan tuhan yang maha kuasa”. Katanya