Woww!!! Angka Stunting Balita di Kecamatan Binjai Capai 50 Lebih

TribunMerdeka, Binjai – Angka stunting di Dusun VII, Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat dikabarkan mencapai 50 balita lebih. Tingginya angka itu, diduga akibat dari lemahnya pendataan dan pengawasan dari tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di sekitar wilayah tersebut.

 

“Kasus stunting di Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai itu, akibat dari lalainya pihak terkait. Terutama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Langkat dan Puskesmas Sambirejo. Karena, daerah itu merupakan wilayah kerja puskesmas tersebut,” kata nakes yang mita identitasnya tidak dipublikasikan, Selasa (20/12/2022) siang.

BACA JUGA :  Syah Afandin Dukung Penuh Pengembangan Pelabuhan Pangkalan Susu

 

Semantara, kata nara sumber, jarak dari desa itu ke ibu kota Kabupaten Langkat hanya berkisar lima kilometer. Dimana, baik Dinkes, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PPA) juga tak jauh dari lokasi itu.

 

Hal itu terungkap, saat Plt Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Langkat Hj Endang Syah Afandin berkunjung ke Puskemas Sambirejo beberapa waktu lalu. Hj Endang kemudian menyampaikan temuan itu kepada nakes di sana.

BACA JUGA :  Dokumen Kependudukan Suami Oknum Komisioner Bawaslu Langkat Ditolak Disdukcapil?

 

“Jadi, apa kerja Dinkes Langkat, PPKB PPA dan Puskesmas Sambirejo selama ini. Kenapa ada balita stunting tidak terdeteksi. Padahal, sudah ada anggaran untuk menangani hal itu. Dah begini, baru semua sibuk bererak,” ketus sumber.

 

Kepala Puskesmas (Kapus) Sambirejo Hj Aslidar enggan berkomentar terkait hal itu. Kondirmasi yang dikirim ke WhatsAppnya tak digubris, meskipun yang bersangkutan sudah membacanya.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Gandeng BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja Sosialisasikan Penyelenggara Penjaminan dan Pemberian Manfaat Pelayanan Kesehatan di GKDI Medan

 

Diinformasikan, stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Penyebabnya, tak lain adalah keurangan nutrisi. Jika kondisi ini dialami anak di bawah usia 2 tahun, harus segera ditangani dengan tepat.

 

Tubuh pendek pada anak  yang berada di bawah standar normal, merupakan akibat kondisi kekurangan gizi yang telah berlangsung lama. Hal itu kemudian membuat pertumbuhan tinggi badan anak terhambat, sehingga mengakibatkan dirinya tergolong stunting. (Ahmad)