Terima SK Pembukaan PPG Kemenristekdikti, Wisuda USM Indonesia Diikuti Lintas Provinsi

MEDAN– Universitas Sari Mutiara( USM) Indonesia, Medan gelar wisuda periode II tahun akademik 2025/2026 di Griya Benn Convention Hall, Medan, Kamis dan Jumat (22-23/10/2026).

Pada wisuda periode kali ini diikuti lulusan yang berasal dari lintas provinsi. Selain dari Sumatera Utara juga sejumlah provinsi lain, seperti Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Barat dan lainnya.

Keberagaman asal daerah tersebut mencerminkan jangkauan pendidikan USM Indonesia hingga menerima mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pada wisuda periode II/ 2026 menjadi momentum bagi USM Indonesia yang dirangkai dengan penerimaan surat keputusan (SK) pembukaan program studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) .

Penyerahan SK tersebut diberikan melalui Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D kepada Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba, SH, MM dan diserahkan kepada Rektor USM-Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes.

Prof Ivan dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan peran orang tua di balik keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ia mengenang kerja keras pendiri kampus, Ibunda Bidan Sauria br. Sitanggang dan Ayahanda Drs. Washington Purba, yang menurutnya merupakan sosok orang tua dengan kemauan kuat, disiplin, serta cita-cita tinggi bagi anak-anaknya.

Pengalaman tersebut, katanya menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari perjuangan, pengorbanan, dan harapan orang tua yang menyertai perjalanan pendidikannya.

BACA JUGA :  Wisuda 1.242 Lulusan, USM Indonesia Konsisten Tingkatkan Kualitas SDM

“Apa yang kami alami hendaknya juga dirasakan para wisudawan bagaimana orang tua mengharapkan anaknya berhasil dan sukses. Karena itu, tetaplah hormati orang tua. Di balik toga ini ada doa orang tua. Ada air mata dan harapan orang tua, dan ada banyak biaya yang sudah dikeluarkan,” kata Ivan.

Dalam sambutannya, Ivan juga menggambarkan situasi saat ini sebagai masa yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menuturkan, perubahan berlangsung sangat cepat dan sulit diprediksi, sementara persoalan pengangguran serta bencana alam masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga harus membangun kepedulian dan kemampuan memberikan kontribusi nyata ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

Untuk itu, kata Ivan, USM Indonesia terus perkuat kualitas pendidikan dan karakter lulusan melalui penerapan lima nilai inti atau core values, yakni spiritualisme, intelektualisme, profesionalisme, nasionalisme, dan globalisme (strong).

Kelima nilai tersebut menjadi ciri lulusan USM-Indonesia sekaligus mendukung visi universitas untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Dijelaskannya, USM-Indonesia memiliki core values yang mendukung visi universitas untuk menjadi kampus unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Dia berharap para  lulusan mampu memiliki keunggulan, siap berkarya memberikan pelayanan terbaik di masyarakat, serta memiliki karakter sesuai dengan core values USM-Indonesia.

BACA JUGA :  Minibus Masuk Jurang di Jalan Arah Berastagi, Supir Menghilang

Dia menjelaskan, spiritualisme menjadi landasan agar lulusan memiliki keteguhan nilai dalam kehidupan.

Intelektualisme mendorong penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan profesionalisme membentuk kedisiplinan dan etos kerja.

Sedangkan nasionalisme menanamkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara, sementara globalisme mendorong lulusan memiliki pola pikir global untuk menghadapi perkembangan zaman.

Nlai-nilai tersebut juga menjadi landasan dalam membangun integritas akademik melalui prinsip kejujuran, etika, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Pengembangan pendidikan di USM-Indonesia, kata Ivan secara berkelanjutan diarahkan pada peningkatan kualitas lulusan, penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Selain itu juga peningkatan produktivitas dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kemitraan nasional dan internasional.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba, mengatakan pencapaian universitas merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, mahasiswa, dosen, hingga alumni.

Seluruh pencapaian ini, katanya merupakan hasil sinergi dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari para orang tua, masyarakat, mahasiswa, dosen, hingga alumni, yang bersama-sama berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, relevansi lulusan, serta penguatan inovasi dan riset yang berdampak.

Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan USM-Indonesia.

Konsul Kehormatan Korea Selatan untuk Sumatera ini berharap kolaborasi tersebut terus terjaga untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa.

Kepala LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D pada sambutannya mengingatkan para lulusan agar terus belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.

BACA JUGA :  834 Lulusan Diwisuda, UMA Peringkat 1 PTS Terbaik Versi UniRank

Dia juga menekankan pentingnya kerja sama, silaturahmi, dan kolaborasi dalam meraih kesuksesan.

Saiful menilai pendidikan karakter, etika, dan profesi menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, teknologi AI
dapat membantu manusia mencari solusi, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan kemampuan manusia dalam membangun komunikasi dan memberikan sentuhan kemanusiaan.

“Kami meyakini  pendidikan karakter dan pendidikan etika profesi yang sudah diperoleh di USM indonesia itu adalah modal yang besar untuk mengalahkan AI yang tidak bisa menyentuh hati manusia,” kata Saiful.

Para medis masih dibutuhkan.
AI tidak bisa berbahasa sesuai dengan bahasa manusia dan  tidak bisa berkomunikasi dengan kontekstual yang diberikan oleh pasien dan keluarga

“Maka jangan takut  beradu dengan AI karena yang anda hadapi adalah manusia bukan robot dengan robot tapi manusia dari manusia dan oleh manusia,” kata Saiful.

Wisuda USM-Indonesia periode II- 2025/2026 ini juga diwarnai dengan perayaan hari ulang tahun ke 63 Parlidungan Purba. Turut juga dihadiri jajaran yayasan, senat universitas, para wakil rektor, pimpinan fakultas dan program studi, dosen, mitra, perwakilan industri dan asosiasi profesi, serta orang tua dan keluarga wisudawan.

Dalam kesempatan itu, Ivan bersama Parlindungan dan Saiful juga menyerahkan ijazah kepada lulusan Magister Kesehatan Masyarakat (S-2 Kesmas), Sarjana Kesehatan Masyarakat (S-1 Kesmas), dan Sarjana Farmasi (S-1 Farmasi). ( red)