Tak Peduli Hujan, Warga Simpang Tiga Kompak Bersihkan Paret, Muktri Bahari Instruksikan Antisipasi Banjir

LABURA – Mengantisipasi potensi banjir di musim penghujan, masyarakat Lingkungan Simpang Tiga, Kelurahan Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan saluran air atau paret, (Jumat 06/11/26).

Kegiatan tersebut merupakan instruksi Kepala Lingkungan Simpang Tiga, Muktri Bahari, sebagai langkah nyata mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan mengantisipasi terjadinya genangan air maupun banjir akibat tersumbatnya saluran drainase.

BACA JUGA :  LIRA Sebut Belanja Hibah Sebabkan Defisit APBD Pemprovsu TA 2023 Rp 988 Miliar

Adapun saluran air yang menjadi sasaran pembersihan meliputi kawasan Lingkungan Simpang Tiga hingga Lingkungan Bondar. Dengan menggunakan peralatan sederhana, warga bahu-membahu membersihkan rumput liar, semak belukar serta sampah yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air.

Menariknya, meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat dan hujan turun, semangat masyarakat tidak surut. Warga tetap antusias turun langsung ke lapangan demi menjaga lingkungan agar tetap bersih dan saluran air dapat berfungsi dengan baik.

BACA JUGA :  Safari Subuh, Selesai Sholat  Wakapoldasu Irjen Dadang Ngeteh Bareng Jema’ah Mesjid Al-Muhajirin

Kepala Lingkungan Simpang Tiga, Muktri Bahari, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke dalam paret.

Menurutnya, kegiatan gotong royong bukan hanya dilakukan untuk mengantisipasi banjir, tetapi juga sebagai upaya mempererat kebersamaan dan kekompakan antarwarga.

Semangat gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan merupakan salah satu langkah penting dalam menghadapi musim penghujan.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Gelar MUKL di PO Halmahera untuk Tingkatkan Keselamatan Awak Angkutan Umum

Bersihkan paret sebelum banjir datang. Mencegah lebih baik daripada menunggu bencana! (heri)