Bantu Keluarga Kurang Mampu, Gerakan Peduli Desak Pemkot Gunungsitoli Turun Atasi Kemiskinan Masyarakat.

GUNUNGSITOLI – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Gerakan Peduli (GP) dengan mengunjungi sejumlah janda miskin dan keluarga yang terpuruk secara ekonomi disejumlah wilayah di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Rabu (4/11/2026)

Keluarga Ina Candra Halawa, warga Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, merupakan seorang ibu yang harus berjuang membesarkan tujuh orang anak di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan. Kondisi rumah yang beralaskan tanah, atap bocor, serta dinding berlubang menjadi gambaran nyata sulitnya kehidupan yang harus dijalani keluarga tersebut. Di tengah berbagai keterbatasan, Ina Candra Halawa tetap berjuang memberikan kehidupan dan masa depan bagi ketujuh anaknya.

BACA JUGA :  Jumat Barokah, Polresta Deli Serdang Bagikan Sembako kepada Warga

Keluarga Ina Dedi dan Ina Teno (Warga Desa Mudik), Keluarga Bapak Asana Telaumbanua (Desa Saewe), Keluarga Ibu Wirda Yanti Zalukhu (Warga Kelurahan Pasar), Kecamatan Gunungsitoli, Keluarga Azmir Hamid Telaumbanua (Warga Desa Olora) Kecamatan Gunungsitoli Utara, Keluarga Marlinus Harefa / Ama Nestor dan Ina Dafa (Warga Desa Luaha Laraga) Kecamatan Gunungsitoli Selatan, juga merupakan keluarga yang harus berjuang sendirian untuk menafkahi anak-anaknya bersekolah sembari tinggal dirumah yang kondisi memperihatinkan.

Ketua Dewan Pembina Gerakan Peduli (Ir. Armin Telaumbanua) menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk meringankan beban keluarga, sekaligus menghadirkan perhatian dan dukungan moral bagi seorang ibu dan ayah yang tengah berjuang membesarkan anak-anaknya.

BACA JUGA :  Forum Lintas Perangkat Daerah Wadah Strategis Menyusun RPJMD Langkat

Namun, Persoalan keluarga ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan bantuan sembako. Kebutuhan mendesak lainnya adalah memiliki rumah yang layak, aman, dan sehat sebagai tempat berlindung bagi anak-anaknya.

“Adapun bantuan sosial berupa sembako 10 kilogram beras, telur, gula, minyak makan, teh, kopi, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya”, Ucapnya

Sedangkan Ketua Gerakan Peduli (Darman Laoli) berharap kiranya para keluarga tersebut dapat dipertimbangkan sebagai penerima bantuan pembangunan maupun rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli, sesuai ketentuan dan program pemerintah yang tersedia.

“Jangan biarkan mereka terus bertahan di rumah yang tidak layak. Kami berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian dapat hadir memberikan solusi nyata. Mereka juga berhak mendapatkan tempat tinggal yang aman dan kehidupan yang lebih baik”, Pintanya

BACA JUGA :  Sosper di Sunggal, M Rizki Lubis Ajak Warga Lebih Peduli agar Terhindar Bencana Banjir

Darman menegaskan bahwa Gerakan Peduli (GP) berharap kepedulian sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga mampu mendorong lahirnya solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Rumah layak huni bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar dan bagian dari kehidupan yang manusiawi. Di balik setiap rumah yang membutuhkan perhatian, ada keluarga yang sedang menaruh harapan akan masa depan yang lebih baik”, Tutupnya