Kunker Gubernur Sumut, Yusman Dawolo Harap Momentum Memperjuangkan Masa Depan Nias.

GUNUNGSITOLI – Kunjungan Gubernur Sumatera Utara yang dijadwalkan berkantor diwilayah Kepulauan Nias pada 15–20 Juli 2026 dinilai sebagai peluang strategis untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah se Kepulauan Nias. Seluruh Bupati dan Walikota se-Kepulauan Nias agar menjadikan kunjungan orang nomor satu di Sumatera Utara itu sebagai ruang memperjuangkan kepentingan rakyat.

Hal itu disampaikan Tokoh Masyarakat Nias sekaligus Pengamat Sosial (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) kepada wartawan menyikapi kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara. Kamis (16/7/2026)

“Kehadiran Gubernur diwilayah Kepulauan Nias merupakan kesempatan yang sangat langka. Sehingga para Kepala Daerah harus menyampaikan kondisi daerah secara terbuka dan apa adanya”, Ucapnya

Yusman Dawolo atau Bang YD menilai bahwa kedatangan Gubernur tidak boleh berlalu hanya sebagai agenda seremonial, tetapi harus dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai persoalan nyata yang masih dihadapi masyarakat.

BACA JUGA :  Sidang Panti Rehab, Saksi Mahkota : Bedul Meninggal Karena Sakit Lambung

Agar diketahui bahwa yang dibutuhkan seorang Gubernur bukan hanya laporan mengenai keberhasilan pembangunan, melainkan gambaran menyeluruh mengenai tantangan yang masih dihadapi daerah. Dengan informasi yang jujur, lengkap, dan berbasis fakta di lapangan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan maupun menentukan prioritas anggaran.

“Bapak Gubernur harus melihat langsung kenyataan di lapangan. Ajak beliau melewati jalan-jalan yang rusak, tunjukkan desa yang belum memiliki akses air bersih, wilayah yang belum memiliki SMA, jembatan yang belum dibangun, serta bertemu dengan masyarakat yang masih kesulitan memperoleh pekerjaan. Itulah wajah Pulau Nias yang sesungguhnya dan itulah yang harus menjadi prioritas pembangunan”, Ungkapnya

Bang YD menilai masih banyak persoalan mendasar yang memerlukan perhatian serius Gubernur, yakni Keterbatasan infrastruktur, belum meratanya kualitas pendidikan tingkat SLTA, Akses layanan kesehatan yang masih terbatas, minimnya investasi, tingginya biaya logistik dari luar Kepulauan, sehingga terbatasnya kesempatan kerja dan itu menjadi tantangan yang selama ini memperlambat kemajuan daerah.

BACA JUGA :  KORSA: Kepemimpinan Tegas dan Humanis Kadis Perindag ESDM Sumut Jadi Teladan Penataan Tambang Ilegal di Berbagai Daerah

Keberanian Kepala Daerah menyampaikan kondisi riil justru menjadi bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Menutupi berbagai kekurangan demi membangun citra positif hanya akan membuat kebutuhan masyarakat tidak tertangani secara optimal.

“Keberhasilan seorang kepala daerah bukan diukur dari kemeriahan penyambutan tamu, tetapi dari keberaniannya memperjuangkan kebutuhan rakyat. Momentum seperti ini harus dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi, bukan sekadar menghasilkan dokumentasi”, Pungkasnya

Dia berharap setiap Kepala Daerah membawa daftar prioritas pembangunan yang jelas, terukur, dan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat sehingga kunjungan Gubernur tidak berhenti sebagai agenda protokoler, tetapi menghasilkan komitmen nyata yang dapat segera ditindaklanjuti.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Berangkatkan 6.060 Pemudik Gratis Pemko Medan

Lanjut Bang YD, Kesempatan seperti ini tidak datang setiap saat. Seluruh kepala daerah diharapkan mampu memanfaatkan kehadiran Gubernur Sumatera Utara sebagai titik awal lahirnya program-program strategis yang mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Nias.

“Pulau Nias membutuhkan keberanian para pemimpinnya untuk berbicara apa adanya. Jangan takut menyampaikan kekurangan daerah. Justru dari situlah pemerintah provinsi dapat menetapkan kebijakan yang tepat sasaran”, Ujarnya

“Jika kesempatan ini kembali berlalu tanpa menghasilkan komitmen nyata dan program strategis bagi Pulau Nias, maka kita sedang menyia-nyiakan peluang emas. Pulau Nias membutuhkan lompatan pembangunan, bukan sekadar kunjungan seremonial. Rakyat menunggu hasil, bukan hanya rangkaian acara,”, Tambah Bang YD.