Korban Pengeroyokan Pertanyakan Laporannya di Polsek Kota Kisaran Timur

ASAHAN – Sarifuddin (58), warga jalan Gergaji lingkungan 1 Sidodadi Kab Asahan, Senin (24/06/2024), menilai Polsek Kota Kisaran Timur Polres Asahan terkesan kurang serius menangani laporan kasus pengeroyokan yang dialaminya.

Kepada wartawan, korban dan saksi bercerita telah melaporkan peristiwa yang dialaminya Polsek Kota Kisaran Timur pada Senin (17/06/24) lalu.

“Namun hingga saat ini saya tidak mengetahui sejauh mana kasus pengeroyokan yang aku alami,” kata Sarifuddin.

Diungkapkannya, akibat pengeroyakan itu, ia mengalami bibir pecah dan 4 gigi rontok akibat dipukul.

“Saksi yang melihat aku dipukul sudah diperiksa. Dan anak itu orangnya sempat dividiokan. Anak Jalan Malik namun namanya saya tidak tahu. Para pelaku pengeroyokan sampai saat ini belum juga tertangkap. Padahal saksi semua kubawa sudah diperiksa dan saya sudah divisum. Dan anehnya lagi STPL baru hari ini diberikan jupernya itupun karena kami minta alasan lupa katanya,” ungkapnya heran.

BACA JUGA :  Bersama Pemerintah dan Korlantas Polri, Jasa Raharja Siap Sukseskan Program Indonesia Menuju Zero Over Dimension and Over Load

Sarifuddin menyampaikan, kronologis peristiwa itu ketika korban bersama saksi duduk di warung samping rumah. Kemudian hendak melerai perkelahian pemuda.

“Kami mau melerai menyuruh agar jangan membuat keributan, nanti polisi kita panggil. Namun mereka tidak takut, bahkan menantang panggil polisi,” ucapnya sambil menirukan kata-kata para pelaku.

Tanpa basa basi mereka langsung memukul saksi Rumianto. Korban, Sarifuddin, yang coba melerai juga dipukul hingga mengalami pecah bibir dan gigi sebanyak empat biji lepas.

BACA JUGA :  Alfamidi Gandeng Pemko Medan dan Komunitas  Gelar CSR Peringati Hari Air Sedunia

“Saya berharap pihak Polsek Kota Kisaran Timur segera mengusut, agar kami masyarakat kecil ini mendapat keadilan dan para pelaku yang masih berkeliaran ini segera ditangkap,” ucapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran Timur Iptu Sanusi Simanjuntak saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp menjawab kasus itu sedang proses lidik.

“Untuk video juga sudah kita terima pada saat pelaporan. Namun tidak ada pada saat pemukulan terjadi. Begitu pun masih kita cari, apakah ada video yg lain selain yg di serahkan ke kita. Kemudian apakah ada saksi yg mengenal pelaku yg melakukan pemukulan,” balas pesannya.

BACA JUGA :  Jasa Raharja dan Korlantas Polri Gelar Survei Persiapan Operasi Ketupat di Jawa Timur, Pastikan Pelaksanaan Perjalanan yang Berkeselamatan

Ia menambahkan identitas pelaku sedang dicari dan memastikan pelaku warga Jalan Malik. (heri)