KISARAN — Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) ke-6 Kabupaten Asahan tahun 2025 mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, termasuk dari tokoh muda dan Direktur Eksekutif Sumut Foundation, Andi Sirait, yang juga merupakan mantan Sekretaris Jenderal BEM IAIN/UIN Sumut tahun 2009. Ia menilai langkah Pemerintah Kabupaten Asahan menjadikan kawasan PSBD sebagai Taman Kebhinekaan merupakan terobosan strategis dalam memperkuat identitas dan harmoni budaya di daerah.
Menurut Andi, gagasan Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si., untuk menghadirkan Taman Kebhinekaan dengan rumah adat berbagai etnis adalah wujud nyata dari semangat membangun karakter masyarakat berbasis nilai-nilai lokal. “Langkah ini visioner dan memiliki dampak sosial jangka panjang. Asahan tidak hanya merayakan keberagaman, tetapi juga meneguhkan komitmen terhadap persatuan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/10/2025).
Ia menilai, keberadaan Taman Kebhinekaan akan menjadi ruang edukasi sosial bagi generasi muda untuk memahami dan menghargai perbedaan budaya. “Di tengah era globalisasi, penting bagi anak-anak muda Asahan untuk tetap mencintai akar budayanya. Taman ini bisa menjadi laboratorium kebhinekaan yang hidup,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., yang turut hadir dalam pembukaan PSBD ke-6. Andi menilai kehadiran Surya, yang juga salah satu penggagas PSBD pada tahun 2006 dan mantan Bupati Asahan, menunjukkan kesinambungan kepemimpinan dalam menjaga nilai-nilai budaya daerah. “Beliau memberi contoh nyata bahwa semangat kebersamaan lintas etnis harus terus diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Andi.
Selain itu, dukungan dari pemerintah pusat melalui kehadiran Dr. Ir. Ferry Arlian, M.Sc., Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, menjadi penegasan bahwa langkah Pemkab Asahan mendapat perhatian nasional. “Apresiasi dari pemerintah pusat membuktikan bahwa PSBD bukan hanya acara lokal, tetapi sudah menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun harmoni sosial melalui kebudayaan,” jelasnya.
Menurut Andi, penyelenggaraan PSBD ke-6 memiliki tujuan besar dalam memperkuat identitas daerah, menumbuhkan rasa cinta terhadap seni budaya, dan mempererat persaudaraan antar-etnis. “Ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan gerakan kebudayaan yang meneguhkan Asahan sebagai rumah bagi semua,” tegasnya.
Ia juga menyambut baik komitmen Pemkab Asahan untuk menjadikan PSBD sebagai agenda dua tahunan. Menurutnya, konsistensi ini penting agar pelestarian budaya tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi bagian dari pembangunan karakter masyarakat. “Dengan kesinambungan ini, PSBD akan terus melahirkan generasi yang bangga dan cinta terhadap warisan budaya lokal,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Andi Sirait menegaskan bahwa Sumut Foundation siap mendukung program kebudayaan yang memperkuat kohesi sosial di Sumatera Utara.
“Asahan telah memberi contoh bahwa keberagaman adalah kekuatan. Melalui Taman Kebhinekaan, daerah ini menunjukkan wajah Indonesia yang sesungguhnya — harmonis, terbuka, dan bersatu dalam perbedaan,” tutupnya. (Red)
