NIAS SELATAN – Kepolisian Resort Nias Selatan melalui Satuan Reskrim berhasil mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Lahusa tepatnya di Desa Sinarbaho dan Desa Oikhoda Balekha, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Rabu (10/9/2025)
Atas kedua insiden kriminal tersebut, Kapolres Nias Selatan (AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.IK, MH) Menyampaikan seruan berupa himbauan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan dan menjunjung tinggi silaturahmi demi terciptanya keamanan dan kondusivitas.
Kapolres Ferry Mulyana menekankan pentingnya peran Tokoh masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Karena para tokoh ini memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun karakter masyarakat yang cinta damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya.
“Kita sesama saudara di sini haruslah selalu berhubungan baik, toleransi, dan saling menjaga demi keamanan. Tentunya, saling menghargai juga sesama manusia, dan tetap jaga kondusivitas”, Harapnya
Kepada wartawan, Ferry Mulyana didampingi Kasat Reskrim (AKP Sugiabdi) menginformasikan bahwa kasus perdana yang terjadi di Desa Sinarbaho, Polisi berhasil meringkus Tersangka (SH alias Ama Arfan) yang melakukan penyerangan terhadap Korban (EH alias Ama Yuniman) hingga tewas dengan menggunakan alat pacul tanah atau belencong, dengan motif sengketa lahan serta dendam pribadi.

Sedangkan kasus kedua, lanjut Ferry Mulyana, yang terjadi di Desa Oikhoda Balekha, Polisi juga menangkap Tersangka (FN alias Ama Ife) yang menyerang korban (TN alias Ama Nesi) dengan menggunakan senapan angin hingga tewas. Insiden ini dipicu perselisihan terkait kabel listrik lampu.

“Atas perbuatannya, Kedua pelaku dari dua Desa berbeda ini dijerat dengan Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian”, Terangnya
“Kita harus belajar dari kejadian ini. Jangan sampai persoalan sepele berujung pada tindakan yang menghilangkan nyawa orang lain. Mari kita kedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Mari jadikan Nias Selatan sebagai rumah bersama, tempat di mana setiap orang merasa aman, dihargai, dan dicintai”, Tutup Ferry Mulyana
(Rama)
