Dugaan Penyalahgunaan Elpiji 3 Kg, Anggota DPRD Sumut : Lemahnya Pengawasan.!

Foto : Anggota DPRD Prov. Sumatera Utara (Berkat Laoli)

GUNUNGSITOLI – Akibat maraknya dugaan penyalahgunaan elpiji tabung 3 Kilogram yang melahirkan kelangkaan disejumlah Kabupaten/Kota se Kepulauan Nias, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Berkat Laoli) mendesak seluruh stackholder untuk lebih serius melakukan pengawasan. Jumat(19/9/2025)

“Kita mendesak Pertamina dan Pemerintah Daerah se Kepulauan Nias untuk lebih serius mengawasi penyaluran dan menindak tegas penyalahgunaan elpiji tabung 3 kilogram”, Pintanya.

Menurut Berkat, Penertiban dan penindakan ini bertujuan agar masyarakat yang seharusnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram tidak kesulitan untuk mendapatkannya.

BACA JUGA :  Toke Ikan Dermawan Asal Brandan : Belanjakanlah Harta di Jalan Allah

Dia menilai lemahnya pengawasan termasuk salah satu faktor yang menjadikan kelangkaan semakin marak dan meluas.

Pasalnya, Mendasari informasi dari masyarakat tentang dapur-dapur umum yang mengelola makanan bergizi gratis serta beberapa restoran yang diduga masih menggunakan gas tabung 3 kilogram, seyogyanya turut diawasi secara aktif.

Satgas dan tim pengawasan internal Pertamina diharapkan untuk melakukan sidak ke tempat-tempat yang dicurigai tersebut. Termasuk peran media massa yang juga terlibat dalam pengawasan tentu sangat diharapkan.

BACA JUGA :  Gelar Operasi Ketupat 2026, Polres Nias Selatan Pastikan Mudik Lebaran Aman & Nyaman.

“Bila seluruh pihak terlibat mengawasi, dipastikan kelangkaan ini dapat dimanimalisir”, Ujarnya

Politisi senior Partai NasDem ini juga mendesak Pemerintah Kabupaten/Kota untuk kembali mengevaluasi kebutuhan masyarakat terkait gas 3 kilogram.

Agar hasil evaluasi kebutuhan tersebut kemudian diajukan kembali kepada Pertamina. Tujuannya adalah agar kelangkaan gas 3 kilogram tidak terjadi lagi, dengan menyelaraskan antara kebutuhan dan pasokan.

BACA JUGA :  Plt Bupati Palas Serahkan SK dan PPPK Fungsional Tenaga Teknis Dilingkup Pemkab Palas TA 2022

“Saya telah berkomunikasi dengan Pertamina mengenai masalah penyaluran LPG 3 kilogram ini. Masalahnya Depot Pertamina yang ada di Gunungsitoli hanya berfungsi sebagai terminal dan pengawasannya berada di kantor Pertamina di Sibolga”, Tuturnya

“Saya akan terus berupaya berkomunikasi dengan Pertamina dan Pemerintah Daerah untuk memastikan kelangkaan ini dapat segera diatasi”, Pungkas Berkat Laoli.

(Rama)