MEDAN – Akses terhadap alat mobilitas yang layak merupakan langkah awal menuju kemandirian penyandang disabilitas. Menyadari hal ini, Dr. Dra. Lily, MBA., MH, Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, tidak hanya memberikan bantuan kursi roda, tetapi juga mendorong solusi berkelanjutan bagi warga berkebutuhan khusus.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kim Kie alias Agu (60), seorang penyandang disabilitas di Kelurahan Petisah Tengah, Medan, pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penyemangat menyambut Perayaan Imlek 2577 Kongzili.
Merespon Cepat Kebutuhan Mendesak
Menurut Dr. Lily, bantuan ini merupakan respons langsung terhadap aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui kader PDI Perjuangan setempat. “Kami menemukan kondisi dimana kursi roda yang digunakan sudah tidak memenuhi standar keamanan. Melalui kolaborasi strategis dengan pihak ketiga, kami memangkas birokrasi untuk kepentingan yang lebih mendesak,” jelasnya.
Pihak ketiga yang dimaksud adalah Dr. Robert Komaria, seorang filantropis yang fokus pada program kesehatan masyarakat. “Kerja sama seperti ini esensial untuk mengisi celah antara kebutuhan mendesak dan mekanisme bantuan pemerintah,” tambah Lily.
Komitmen Donatur untuk Kemandirian
Dr. Robert Komaria mengungkapkan bahwa donasi kursi roda merupakan bagian dari visi besar meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. “Total sudah mendekati 1.000 kursi roda yang disalurkan. Setiap unit yang diberikan adalah investasi untuk membuka akses mereka terhadap kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih luas,” paparnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi segitiga antara pemerintah, donatur/swasta, dan masyarakat. “Dengan kolaborasi, bantuan bisa tepat sasaran, tepat waktu, dan berkelanjutan,” ajaknya.
Lebih dari Sekadar Bantuan Fisik
Selain alat bantu mobilitas, Dr. Lily juga menyerahkan paket kebutuhan simbolis Imlek, menegaskan bahwa bantuan harus bersifat holistik—mencakup aspek fisik dan psikologis. “Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan dan kemudahan benar-benar dirasakan, terutama dalam momen penting seperti hari raya,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah setempat dan struktur partai, menunjukkan adanya komitmen multi-pihak dalam isu disabilitas di Kota Medan. (Red)






