MEDAN-Universitas Negeri Medan ( Unimed) melalui Kantor Humas mengadakan Sosialisasi Tata Cara Pembuatan Portofolio bidang seni dan olahraga jalur SNBT 2026 di Ruang VIP Digital Library Kamis (02/04/2026)
Acara ini digelar dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan dari berbagai siswa yang masih bingung dalam membuat portofolio khususnya di bidang seni dan olahraga.
Kegiatan ini diikuti Guru serta ratusan siswa SMA/SMK/MA sederajat kelas XII.
Tampil sebagai narasumber Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Keolahragaan Drs. Zulfan Heri, M.Pd. (Bidang Olahraga), Kepala BPU Dr. Wahyu Tri Atmojo, M.Hum. (Bidang Seni Rupa, Desain, dan Kriya),
Kemudoam Ket. Jur. Sendratasik FBS Dr. Panji Suroso, M.Si. (Bidang Seni Musik) dan Ka. Prodi Seni Pertunjukan FBS Martozet, M.A. (Bidang Seni Tari dan Pertunjukan).
Dalam laporannya Koordinator Kehumasan dan Layanan Terpadu Unimed selaku Ketua Panitia Dr. Isli Iriani Indiah Pane, M.Hum menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa terkait mekanisme SNBT, khususnya dalam proses pendaftaran dan pengunggahan portofolio.
Kegiatan ini diikuti 100 siswa didampingi 10 guru dari 10 sekolah di Medan
Disebitkan Isli, pelaksanaan kegiatan ini juga didukung Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara sehingga dapat menjangkau peserta dari berbagai sekolah.
Kegiatan dibuka Rektor Unimed yang diwakilkan Wakil Rektor Bidang Perencaan, Kerjasama dan Humas Prof. Dr. Erond Litno Damanik, M.Si.
Prof Erond mengatakan, sosialisasi ini sangat penting untuk diikuti bagi para siswa karena siswa dapat persiapkan portofolio sesuai dengan standar, mekanisme, serta kriteria penilaian
” Sehingga nantinya para siswa mampu meningkatkan peluang untuk memperoleh hasil terbaik pada jalur UTBK-SNBT,” ujar Prof. Erond.
Prof. Erond berpesan kepada peserta yang mengikuti sosialisasi ini untuk membantu mengarahkan kawan-kawannya dalam menyusun portofolio SNBT.
“Bagi peserta yang hadir diharapkan dapat meneruskan informasi yang diterima kepada kawan-kawannya yang mempunyai minat di bidang seni dan olahraga tetapi tidak mengikuti kegiatan ini agar mereka tidak salah dalam membuat portofolio,” pungkas Prof Erond ( red)
