Sharp Indonesia Perkuat Komitmen ESG, dengan Hadirkan Sharp Class di SMKN 2 Yogyakarta

MEDAN– PT Sharp Electronics Indonesia terus mempertegas komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG)  melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulannya, Sharp Class.

Kali ini, program yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi tersebut kembali hadir di SMK Negeri 2 Yogyakarta, sekolah kejuruan yang telah lama dikenal dengan sebutan STM Jetis dan merupakan salah satu SMK tertua di Indonesia.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Sharp memberikan dukungan nyata berupa renovasi ruang kelas, penyediaan tools praktik, satu unit TV LED, serta satu unit AC yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat proses belajar-mengajar di bidang keteknikan, khususnya bagi siswa-siswa yang mengikuti program Sharp Class.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2012, Sharp Class telah menjangkau 25 sekolah SMK di 21 kota di Indonesia dengan meluluskan 843 siswa.

Program ini secara konsisten hadir untuk memberikan pembekalan keterampilan teknis (hard skill) di bidang perbaikan produk elektronik, sekaligus pelatihan soft skill yang penting seperti komunikasi, kepemimpinan, dan etika profesional.

PR & Brand Communication Head Department PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Sharp dalam mendukung agenda ESG.

BACA JUGA :  Peringati Hari Anti Kekerasan Internasional 2023, USM Indonesia Dukung Perdamaian Dunia

Sharp Class merupakan bukti nyata konsistensi Sharp dalam mewujudkan komitmen ESG, khususnya pada pilar sosial.

Kami percaya pendidikan vokasi adalah kunci dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja, profesional, dan berdaya saing.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam mencetak teknisi andal yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai soft skill yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis dilansir Jumat (22/8/2025)

Program Sharp Class di SMKN 2 Yogyakarta akan berlangsung selama dua bulan dengan melibatkan tenaga pengajar dari teknisi profesional dan Customer Satisfaction Division Sharp Indonesia.

Dari ratusan siswa SMKN 2 Yogyakarta, 25 siswa terbaik dipilih untuk mengikuti program ini.

Para peserta tidak hanya mendapatkan materi pelatihan teknis, namun juga dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja yang menuntut keahlian komunikasi, disiplin, serta kemampuan melayani konsumen dengan baik.

Hal ini sejalan dengan visi Lise Tiasanty S.IP., M.M., Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, yang menekankan pentingnya kualitas layanan teknisi di lapangan.

BACA JUGA :  Bangun Masa Depan Siswa SMK di Indonesia lewat Program Sharp Class

Menurutnya kepuasan pelanggan sangat bergantung pada kualitas layanan dari para teknisi.

” Melalui Sharp Class kami membekali siswa dengan pengetahuan teknis sekaligus etika profesional dalam menghadapi konsumen,” kata Lise Tiasanty.

Dia berharap mereka dapat menjadi representasi tenaga kerja Indonesia yang unggul dan mampu memberikan layanan terbaik di dunia industri.

Keberadaan program ini disambut baik Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Drs. Agus Waluyo, M. Eng yang menegaskan  dukungan industri seperti Sharp sangat penting bagi pendidikan vokasi.

Pihaknya menyambut baik dukungan Sharp Indonesia melalui Sharp Class. Program ini tidak hanya melengkapi fasilitas belajar, tetapi juga membuka peluang yang sangat berarti bagi para siswa untuk mengasah keterampilan sekaligus menyiapkan diri menghadapi dunia kerja.

“Kerja sama ini memperkuat misi kami dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Senada disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikpora DIY, Wiwik Indriyani S.Pd., M.Pd,

Dia menyampaikan apresiasi yang menurutnya keberlanjutan program Sharp Class yang telah berjalan lebih dari satu dekade juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan.

BACA JUGA :  Tingkatkan Daya Saing, Kemendikti Saintek Dilibatkan untuk Dongkrak UMKM Tembus Pasar Internasional

Disebutkannya, pendidikan vokasi membutuhkan dukungan nyata dari dunia industri agar dapat terus relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kami mengapresiasi langkah Sharp Indonesia yang konsisten sejak 2012 menghadirkan Sharp Class. Program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi muda yang produktif, profesional, dan berkarakter,” jelasnya.

Sejak diluncurkan, Sharp Class tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi dunia pendidikan, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Program ini telah meraih penghargaan dalam CSR Nusantara Awards 2018 dan 2022 untuk kategori Peningkatan Mutu Pendidikan.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kontribusi Sharp Indonesia melalui Sharp Class berdampak signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di bidang vokasi.

Dengan semangat keberlanjutan, Sharp Indonesia berharap keberadaan Sharp Class di SMKN 2 Yogyakarta dapat menjadi katalisator lahirnya teknisi profesional yang siap terjun ke dunia industri sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat luas. ( red)