Medan. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan RI memotong dana transfer ke daerah di tahun 2026. Gubernur Sumut Bobby Nasution menilai perlu untuk memperhatikan kabupaten/kota dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kecil.
“Tadi juga kan kami bersama para gubernur ke Kemenkeu tentang hal tersebut, tadi kita hanya memberi informasi dampak dari pemotongan ini mungkin untuk di provinsinya berimbas ada, tapi untuk kabupaten-kabupaten yang kecil itu yang kasihan, seperti kita di Nias ataupun di daerah lain yang PAD-nya kecil, daerah afirmasi kalau bisa lebih diperhatikan lah,” ucap Bobby Nasution, Selasa (7/10/2025).
Anggaran untuk Pemprovsu sendiri dipotong hingga Rp1,1 triliun di tahun depan. Angka itu dinilai memang berimbas, tapi lebih terasa bagi kabupaten yang memiliki PAD kecil.
Dengan pemotongan anggaran itu, Bobby akan tetap fokus memprioritaskan lima program unggulan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyarankan supaya kepala daerah untuk mengubah RPJMD guna menyiasati pemotongan anggaran.
“Kita prioritaskan dulu lima program, dan juga kalau memang masih berlanjut tadi disarankan juga perubahan RPJMD,” pungkasnya.
(red)









![Screenshot_20230202-164045_Samsung Internet GUNTUNG PITA. [dari kiri ke kanan] Wongso Darno, COO PT Mimosa Putra Abadi; Arief Syarifudin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesia; Zhang Weiwei, Vice Managing Director MG Motor Indonesia; Rendi Radito, Sales & Network Director MG Motor Indonesia; Lily Mariana, Kepala Cabang MG Outlet Medan; Darius Aprizar Syahputra,CEO PT Mimosa Putra Abadi.gunting pita sebagai peresmian showroom berkonsep 4S di Jalan H. Adam Malik No. 128 Medan.](https://www.tribunmerdeka.com/wp-content/uploads/2023/02/Screenshot_20230202-164045_Samsung-Internet.jpg)



