MEDAN– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara bersama pemerintah kabupaten Simalungun gelar edukasi pelindungan konsumen sektor jasa keuangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelajar.
Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumatera Utara, Yovvi Sukandar mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sekaligus perkuat pemahaman ASN dan pelajar.
“Edukasi ini disampaikan mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor jasa keuangan yang semakin pesat,” kata Yovvi melalui keterangan tertulis dilansir Senin (29/6/2026)
Disebutkannya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Edukasi yang digelar
dalam rangkaian road to Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Kantor Bupati Simalungun, Rabu (24/6/2026) dihadiri Sekretaris Daerah Simalungun, Mixnon Andreas Simamora.
Dijelaskan Yovvi, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui berbagai program edukasi dan perluasan akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, dia berharap ASN dapat semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa keuangan serta mampu menjadi agen edukasi di lingkungan kerja maupun keluarga.
“Bagi adik-adik pelajar, kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya menabung, meningkatkan kecerdasan finansial, dan membangun karakter yang bijak dalam mengelola keuangan sejak dini,” kata Yovvi.
Sekretaris Daerah Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan edukasi tersebut.
Kegiatan ini sebutnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Simalungun.
Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK, lembaga jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan yang berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Simalungun.
Selain itu, edukasi keuangan kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam
mengelola keuangan.
Melalui momentum Road to HIM 2026, para pelajar didorong untuk membangun budaya menabung sejak dini sehingga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan merencanakan masa depan yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pelindungan konsumen sektor jasa keuangan, pengelolaan keuangan yang sehat, budaya menabung sejak dini, pengenalan pasar modal, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal.
Materi selain disampaikan oleh OJK juga Bursa Efek Indonesia, dan BPD Sumatera Utara.
OJK juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, dengan memastikan legalitas lembaga atau produk keuangan melalui kanal resmi OJK.
Selain itu jangan mudah tergiur imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan data keuangan. ( st)






