MEDAN— Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia bangun jejaring dalam dan luar negeri guna penguatan kualitas pendidikan dalam mewujudkan generasi emas 2045.
“Hingga kini, USM-Indonesia telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 120 institusi di dalam dan luar negeri,” ungkap Rektor USM-Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba pada wisuda yang digelar di Griya Benn Convention Hall, Kamis (25/6/2026).
Penguatan kualitas pendidikan itu juga didukung jejaring kemitraan yang luas mulai dari kementerian dan lembaga negara, sejumlah perguruan tinggi nasional dan internasional serta berbagai institusi strategis lainnya sepert BRIN, BNPB, Polri, Densus 88 hingga dunia usaha dan industri.
Disebutkan Prof Ivan Purba, kemitraan itu merupakan penguatan kelembagaan dalam mendukung pencapaian target indikator kinerja utama (IKU) melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, kolaborasi riset dan inovasi, serta peningkatan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dengan demikian, kemitraan yang dibangun USM Indonesia tidak hanya memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing institusi secara berkelanjutan.
“Kolaborasi itu diarahkan untuk perkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, meningkatkan mutu lulusan, serta memastikan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” paparnya
USM-Indonesia, kata Prof Ivan juga urut memperluas jejaring internasional dengan menerima 25 mahasiswa asal Timor Leste sejak tahun akademik 2024/2025. Dari jumlah tersebut, delapan mahasiswa internasional ikut diwisuda pada periode kali in
Pencapaian yang dihasilkan USM Indonesia, kata Prof Ivan sebagai bentuk komitmennya mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menjawab kebutuhan dunia kerja dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Langkah itu tercermin dari capaian 30 persen lulusan periode I Tahun Akademik 2025/2026 telah bekerja sesuai bidang kompetensinya bahkan sebelum diwisuda.
Dengan tambahan lulusan tersebut, jumlah alumni USM-Indonesia kini mencapai 17.549 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia
seperti dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Pekanbaru, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, hingga Banten serta dari sejumlah negara.
“Saat ini, saudara sekalian telah menjadi bagian dari sumber daya manusia unggul yang akan menentukan keberhasilan bangsa dalam mewujudkan visi indonesia emas 2045. Hal itu sejalan dengan visi USM Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” ujar Prof Ivan
Menurut Prof Ivan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada kelulusan akademik, tetapi juga relevansi kompetensi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Gelar akademik yang diraih tidak hanya merepresentasikan capaian intelektual, tetapi juga tanggung jawab moral untuk terus mengembangkan kompetensi, menghasilkan inovasi, serta memberikan kontribusi yang konstruktif bagi masyarakat, bangsa, dan kemajuan peradaban.
Kepada para lulusan, dia berharap tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, penghormatan kepada orang tua, kecintaan terhadap almamater, bangsa, dan negara.
Di hadapan para lulusan, Ivan mengatakan, USM-Indonesia terus mengembangkan karakter lulusan melalui nilai-nilai STRONG, yakni spiritualisme, intelektualisme, profesionalisme, nasionalisme, dan globalisme.
Nilai tersebut diyakini menjadi fondasi penting agar lulusan mampu menjadi agen perubahan dan pemimpin yang berintegritas di tengah perkembangan zaman yang berlangsung cepat.
“Dunia membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu berpikir kritis, beradaptasi terhadap perubahan, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan,” ucapnya
Dia juga menyebutkan, integritas, kerendahan hati, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bekal yang sama pentingnya dengan ilmu pengetahuan.
Di sisi kelembagaan, USM-Indonesia saat ini telah terakreditasi Baik Sekali dengan 25 program studi yang terdiri atas lima program diploma, 14 program sarjana, tiga program profesi, dan tiga program magister.
Tiga program studi di antaranya telah meraih akreditasi Unggul, yakni S2 Kesehatan Masyarakat, S1 Kesehatan Masyarakat, dan S1 Ilmu Komunikasi.
Dalam bidang pembelajaran, kampus tersebut dipercaya oleh Perpustakaan Nasional dan Kemendikti Saintek menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi yang melibatkan 80 mahasiswa di 11 perpustakaan desa di Kabupaten Deli Serdang
Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Kimia juga menjalankan riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Terhadap prestasi penelitian juga menunjukkan perkembangan signifikan. Itu ditandai pada tahun ini, USM-Indonesia memperoleh 41 hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikti Saintek.
Dana hibah tersebut mencakup penelitian fundamental, penelitian prototipe, penelitian dosen pemula, pemberdayaan kemitraan masyarakat, program mahasiswa, serta bantuan publikasi jurnal bereputasi.
Di bidang kemahasiswaan, mahasiswa USM-Indonesia juga mengukir 25 prestasi seni dan budaya, delapan prestasi olahraga, pendanaan program mahasiswa wirausaha.
Kemudian hibah mahasiswa peduli bencana, hibah Unit Layanan Disabilitas, hingga keberhasilan satu tim menembus tingkat nasional pada Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia.
Hadir pada acara itu Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D; dan Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan sekaligus Konsul Kehormatan Korea Selatan, Dr. Parlindungan Purba, SH, MM. ( sn)
