Penyerahan Aset RSUD Thomsen Nias, Bang YD : Ubah Nama RSUD, Benahi Fasilitas & Tenaga Medis.!

GUNUNGSITOLI — Rencana penyerahan aset Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Thomsen Nias dari Pemerintah Kabupaten Nias kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, diharapkan menjadi momentum penting untuk membenahi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kepulauan Nias. Selasa (27/10/2026)

Tokoh Masyarakat Nias dan Pengamat sosial ekonomi asal (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) yang akrab disapa Bang YD, menegaskan bahwa penyerahan aset tersebut semestinya tidak berhenti pada persoalan administrasi dan peralihan pengelolaan. Lebih dari itu, proses ini harus menjadi titik awal peningkatan mutu pelayanan, penambahan dokter spesialis, pembenahan fasilitas medis, serta pengelolaan rumah sakit yang lebih profesional.

Bang YD juga mendorong agar nama RSUD dr. M. Thomsen dikaji untuk diubah menjadi RSUD Kota Gunungsitoli, sebagai bagian dari penyesuaian identitas kelembagaan apabila pengelolaannya resmi beralih kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Gagasan tersebut perlu dibahas secara terbuka dengan mempertimbangkan aspek hukum, administratif, sejarah, dan kelembagaan. Pemerintah juga perlu menjelaskan alasan serta manfaat perubahan nama kepada masyarakat.

BACA JUGA :  JAM-Pidum Dorong Penanganan Humanis dan Terintegrasi Tindak Pidana Narkotika

“Perubahan nama harus ditempatkan dalam kerangka kebijakan yang lebih besar, yakni menghadirkan rumah sakit daerah yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal”, Ucapnya

Bang YD menilai, Penyerahan aset rumah sakit merupakan langkah strategis yang membutuhkan perencanaan matang, Jangan sampai proses penyerahan hanya menghasilkan perubahan administrasi, sementara masyarakat masih menghadapi persoalan yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

apabila perubahan nama dinilai tepat dan seluruh persyaratan telah dipenuhi, identitas baru tersebut harus diikuti dengan pembenahan nyata terhadap kualitas layanan rumah sakit.
Nama boleh berubah, tetapi yang paling penting adalah mutu pelayanan ikut meningkat.

“Yang paling penting bukan sekadar siapa yang memiliki atau mengelola rumah sakit, melainkan bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Kalau aset diserahkan kepada Pemkot Gunungsitoli, harus ada komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan, melengkapi fasilitas, menambah dokter spesialis, dan memperbaiki manajemen”, Pungkasnya

BACA JUGA :  Sambil ngopi, Polantas Bandara Soetta Ajak Pengemudi Taksi Tertib Berlalu Lintas

Tidak hanya itu, lanjut Bang YD, Salah satu agenda prioritas yang perlu diperjuangkan adalah pemenuhan kebutuhan dokter spesialis berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien.Ketersediaan dokter spesialis yang memadai sangat penting untuk memperkuat kemampuan rumah sakit menangani berbagai kasus medis dan mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah pada layanan yang sebenarnya dapat dikembangkan di Gunungsitoli.

Penambahan dokter spesialis harus disertai ketersediaan peralatan medis, ruang pelayanan memadai, serta pembiayaan operasional yang berkelanjutan.

Maka dari itu, Pemerintah Kota Gunungsitoli perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ketersediaan ruang perawatan, kamar operasi, laboratorium, radiologi, peralatan diagnostik, obat-obatan, ambulans, serta sarana pendukung lainnya.

“Rumah sakit yang dikelola Pemerintah harus terus meningkatkan kapasitasnya agar masyarakat memperoleh pelayanan yang aman, layak, terjangkau, dan manusiawi”, Harapnya

Bang YD juga menekankan Pengelolaan yang harus berorientasi pada kompetensi, integritas, efisiensi anggaran, keselamatan pasien, dan peningkatan mutu pelayanan. Penempatan pejabat maupun tenaga profesional harus mengikuti ketentuan yang berlaku dengan mempertimbangkan kualifikasi serta rekam jejak.

BACA JUGA :  Kejaksaan Serahkan Tersangka-Barbuk Kasus Dugaan Tipikor Jaringan Komunikasi dan Informasi di Dinas PMD Musi Banyuasin

“Termasuk menetapkan target kinerja yang terukur diantaranya waktu tunggu pasien, ketersediaan tenaga medis, pemenuhan kebutuhan obat, penanganan pengaduan, kepuasan pasien, dan evaluasi berkala terhadap kualitas pelayanan”, Tambahnya

Bang YD berharap rencana penyerahan aset RSUD dr. M. Thomsen dapat menjadi kesempatan untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Gunungsitoli maupun wilayah Kepulauan Nias.

“Yang harus menjadi ukuran keberhasilan adalah bertambahnya dokter spesialis, semakin lengkapnya fasilitas, semakin profesionalnya pengelolaan, dan semakin baiknya pelayanan yang diterima masyarakat. Pada akhirnya, masyarakat tidak sekadar membutuhkan rumah sakit dengan nama baru. Masyarakat membutuhkan rumah sakit yang dapat diandalkan ketika menghadapi persoalan kesehatan, memberikan pelayanan secara profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien”, Tutupnya