KEPULAUAN NIAS — Perbaikan Jembatan Moawe Gunungsitoli yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah Kepulauan Nias diminta segera dipercepat. Lambannya penanganan jembatan tersebut dikeluhkan warga karena berdampak terhadap kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran arus transportasi dan distribusi logistik. Sabtu (17/10/2026)
Tokoh masyarakat Nias dan Pengamat sosial ekonomi (Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I) yang akrab disapa (Bang YD), meminta Gubernur Sumatera Utara (Bobby Nasution) beserta jajaran perangkat daerah terkait, agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi jembatan tersebut.
Menurut Bang YD, Pembangunan dan perbaikan infrastruktur tidak boleh hanya dipandang sebagai pekerjaan teknis semata. Infrastruktur merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, keselamatan pengguna jalan, serta kelancaran pelayanan publik.
“Perbaikan Jembatan Moawe harus menjadi perhatian serius. Masyarakat membutuhkan akses jalan yang aman dan layak. Jangan sampai warga terus menanggung dampak dari proses perbaikan yang dinilai berjalan lambat”, Pungkasnya
Tidak hanya itu, Bang YD menyoroti sejumlah keluhan yang muncul di tengah masyarakat selama proses perbaikan jembatan berlangsung. Debu dari material padat di sekitar lokasi disebut mengganggu kenyamanan warga, bahkan berpotensi memengaruhi kesehatan apabila paparan berlangsung terus-menerus.
Bahkan kondisi lalu lintas di sekitar jembatan juga dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan dan kemacetan. Situasi tersebut turut menjadi kendala bagi kendaraan angkutan barang dan logistik yang membutuhkan akses transportasi aman untuk menjalankan aktivitas distribusi, Khususnya untuk wilayah Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Utara.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga dapat merembet pada kegiatan perdagangan, mobilitas masyarakat, serta biaya operasional angkutan.
“Ketika akses transportasi terganggu, masyarakat kecil biasanya menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Karena itu, pemerintah harus memastikan pekerjaan berjalan dengan jelas, terukur, dan mengutamakan keselamatan masyarakat”, Ungkapnya
Bang YD meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres pekerjaan perbaikan Jembatan Moawe, termasuk mengidentifikasi kendala teknis maupun administratif yang berpotensi menghambat penyelesaian pekerjaan.
Dia juga mendorong agar pemerintah menyampaikan informasi yang transparan mengenai perkembangan pekerjaan, target penyelesaian, serta langkah konkret untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat selama proses perbaikan berlangsung.
Menurutnya, apabila terdapat hambatan yang menyebabkan pekerjaan tidak berjalan sesuai rencana, pemerintah perlu segera mengambil langkah korektif bersama pihak pelaksana dan instansi teknis terkait.
Bang YD menegaskan bahwa percepatan pekerjaan tidak boleh mengabaikan kualitas konstruksi maupun standar keselamatan. Penyelesaian yang terburu-buru tanpa memperhatikan mutu justru dapat menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Karena itu, Bang YD meminta agar percepatan dilakukan melalui pengawasan yang ketat, pengaturan lalu lintas yang memadai, pengendalian debu, serta pemasangan rambu dan tanda peringatan yang mudah terlihat oleh pengguna jalan.
“Jangan sampai masyarakat dibiarkan menghadapi ketidakpastian. Infrastruktur dibangun untuk melayani rakyat, sehingga selama proses pengerjaan pun keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas”, Tutupnya
Sedangkan Mukhlis Afandi Zalukhu (36 Tahun) warga Kota Gunungsitoli yang sehari-harinya melintasi jembatan Moawe tersebut untuk berdagang, turut menyampaikan harapan yang sama terkait percepatan pembangunan jembatan.
Menurutnya, Selain proses pembangunan terkesan lambat juga keamanan serta kenyamanan pengendara selama proses pembangunan menjadi kendala utama.
Mukhlis juga memberi apresiasi kepada salah seorang Tokoh Masyarakat Nias (Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I) yang memberikan perhatian atas kondisi pembangunan jembatan tersebut.
“Selain abu yang menyengat, Jembatan utama itu makin takut dilintasi orang. Saya berharap Pak Yusman Dawolo yang merupakan Tokoh Nias dapat terus menyuarakan percepatan pembangunan jembatan ini kepada Bapak Gubernur”, Pintanya
