Kepala Puskesmas Pangkalan Susu Minta Maaf, Tegaskan Tidak Ada 16 Kasus Influenza A

 

 

LANGKAT – Kepala UPT Puskesmas Pangkalan Susu, Zuprizal SKM MKM, menyampaikan permohonan maaf sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar terkait adanya 16 pasien terindikasi Influenza A di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

 

Klarifikasi tersebut disampaikan Zuprizal melalui sambungan WhatsApp, Selasa (6/10/2026), setelah muncul pemberitaan yang menyebut terdapat 16 pasien Influenza A di wilayah tersebut.

 

Zuprizal menjelaskan informasi itu muncul akibat kesalahpahaman saat dirinya membalas pesan konfirmasi dari seorang wartawan.

BACA JUGA :  Cabai Lokal Siboras Tembus 3 Ton per Pekan, Bupati Dorong Jadi Komoditas Unggulan

 

“Ketika ditanya berapa jumlah pasien Influenza A di Puskesmas Pangkalan Susu, saya menjawab 16 orang. Saat itu saya sedang ada kegiatan dan mengira yang dimaksud adalah pasien influenza biasa,” kata Zuprizal.

 

Menurutnya, terjadi kekeliruan dalam memahami isi pesan WhatsApp sehingga jawaban yang diberikan kemudian menimbulkan informasi yang tidak tepat.

 

“Untuk itu, saya selaku Kepala Puskesmas Pangkalan Susu memohon maaf,” ujarnya.

 

Ia menegaskan hingga saat ini UPT Puskesmas Pangkalan Susu tidak memiliki data pasien yang dapat dinyatakan sebagai kasus Influenza A.

BACA JUGA :  Pemkab Simalungun Percepat Relokasi Pedagang Pasar Serbalawan, Kios Harus Ditempati Sebelum 19 Juli

 

“Enam belas orang yang dimaksud itu merupakan pasien influenza biasa, bukan Influenza A,” tegasnya.

 

Zuprizal memastikan pihaknya akan lebih berhati-hati dalam memberikan keterangan agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Baca Juga; Langkah Revolusioner Bobby Nasution! 2026, 20 Puskesmas di Sumut Naik Kelas Jadi Rawat Inap, Nias Barat Jadi Prioritas

BACA JUGA :  Surya Dorong Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Kualanamu–Nias Demi Ekonomi dan Wisata Kelas Dunia

 

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi informasi yang beredar. Meski demikian, warga tetap diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, mencukupi waktu istirahat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang berat atau tidak kunjung membaik.

 

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kesehatan, dan segera berobat jika mengalami gejala yang membutuhkan penanganan medis,” pungkasnya. (RS)