Warga Protes Pilkades Tanjung Gusta, Calon Nomor Urut 5 Diduga Bagikan Amplop

DELI SERDANG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang menjadi sorotan publik setelah salah satu calon nomor urut 5 menggelar kampanyenya sambil membagikan amplop kepada warga yang hadir, Kamis (21/05/2026).

Hal diketahui warga saat berada di lokasi Kampanye Calon Kepala Desa, Edison Gultom, terlihat ia langsung membagikan Amplop kepada warga dengan dibantu beberapa orang tim suksesnya.

Informasi yang dihimpun awak media di lokasi, kegiatan kampanye tersebut dihadiri berkisar 150 orang. Warga menyebut amplop tersebut dibagikan langsung kepada masyarakat usai kegiatan kampanye. Bahkan menurut pengakuan sejumlah warga, pembagian dilakukan langsung oleh calon kepala desa kepada warga yang datang menghadiri acara.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Gelar Program “Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas” di SMK Negri I Beringin Deli Serdang

“Yang bagi langsung calon kadesnya. Katanya uang transport,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Dalih uang transportasi itu justru memicu polemik di tengah masyaraka sebab, pembagian dilakukan saat kampanye Pilkades sehingga memunculkan dugaan kuat adanya praktik suap terhadap masyarakat agar mendukung calon kepala desa yang dalam hal ini Edison Gultom dengan berkedok uang transport warga.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Raih Penghargaan dalam Ajang 5th Indonesia Top Insurance Award 2024

Sejumlah warga menilai praktik semacam itu mencederai demokrasi, Pilkades yang seharusnya menjadi ajang adu program dan gagasan dikhawatirkan berubah menjadi arena transaksi suara rakyat.

“Kalau sudah bagi-bagi amplop saat kampanye, masyarakat pasti bisa menilai sendiri. Demokrasi desa jangan dirusak dengan cara-cara seperti ini,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.

Dalam aturan Pilkades, pemberian uang atau barang kepada pemilih yang berkaitan dengan kepentingan mempengaruhi pilihan politik dapat berpotensi menjadi dugaan money politics apabila memenuhi unsur pelanggaran.

BACA JUGA :  Warga Miskin di Kelurahan Kwala Bekala Terabaikan, Belasan Tahun Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Masyarakat berharap, Pilkades Desa Tanjung Gusta dapat berjalan jujur, adil dan transparan tanpa praktik-praktik yang dinilai merusak integritas demokrasi tingkat desa.

“Jangan sampai Pilkades berubah jadi ajang jual beli suara. Desa butuh pemimpin yang dipilih karena kemampuan, bukan karena amplop,” tegas seorang warga. (Red)