Selain Hemat & Aman, Tri Indosat Menjadi Andalan Pelaku Usaha Di Gunungsitoli.

GUNUNGSITOLI – Dinilai efektif, Pelaku Usaha di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Mengaku sangat beruntung karena berjualan melalui online (daring) dengan menggunakan Indosat melalui Brand Tri karena hemat dan aman.

Sejumlah pelaku usaha memberitahu mendapat untung besar dan mendapat kemudahan ketika memasarkan produk miliknya secara digital.

“Selama ini, Kami jualan dengan mode offline. Keuntungan tak seberapa dan kadang tidak laku. Namun sejak beralih ke mode jualan online, dengan memakai kartu Tri Indosat, aktifitas jualan agak meningkat”, Ucap Salah Seorang Pedagang eceran Cabe dan Sayuran di Pasar Nou Gunungsitoli (Novriana Br. Sianipar) Kepada wartawan. Minggu (14/12/2025)

BACA JUGA :  Di Awal Tahun 2023, Lapas Narkotika Kelas II A Langkat Terima Penghargaan pada Kegiatan Terpadu Kemenkumham Sumut

Menurut Novriana keputusan beralih ke penjualan online dilakukan karena persaingan usaha yang makin tinggi dilokasi tempat ia melakukan aktifitas berdagang.

Untuk menunjang penjualan online/daring, Novriana mengaku memakai kartu Tri dengan alasan kuota internet yang murah dan hemat. Dirinya mulai beralih kartu, sejak Pulau Nias terdampak bencana sumut yang mengakibatkan sinyal internet hilang.

“Saya memasarkan dagangan melalui grup whatsapp dan facebook. Tentu memasarkan produk, kita pasti memakai kuota yang banyak. Untung saya pakai kartu Tri, jadi lebih hemat. Setiap hari saya posting dagangan saya”, Ungkap Novriana dengan rasa senang.

BACA JUGA :  Bupati Pakpak Bharat Hut Kodam I/BB Ke- 75 Tahun di Medan

Ditempat berbeda, Sejumlah pedagang yang tergabung dalam agenda pasar natal di lokasi eks. Pelindo, Kelurahan Pasar, Gunungsitoli, Mengungkapkan hal yang sama bahwa sejak dampak bencana alam Sumut pihaknya beralih kartu memakai kartu Tri.

Foto : Pembeli Ramaikan Lokasi Jualan Elpiji & Telur

Kartini Zebua (Pedagang Elpiji) dan Feriyani Giawa (Pedagang Telur) memberitahu dengan metode jualan online, mereka tidak perlu terbeban dengan produk yang tidak habis terjual.

“Saya pakai kartu Tri waktu situasi bencana alam kemarin. Waktu itu kan sinyal internet dan telpon hilang. Jadi saya bingung, gimana saya menjual dagangan saya dan berkomunikasi dengan orang. Alhamdulillah, dengan metode daring, jualan kami cepat habis. Bahkan kami melayani antar kelokasi”, Ucap Feriyani Giawa didampingi Kartini Zebua kepada wartawan. Senin (15/12/2025) sore

BACA JUGA :  Diamin Sinaga Jabat Kepala Badan BKPSDM Gatikan Sartono Padang

Pantauan dilapangan, Indosat melalui Brand Tri saat ini menjadi idola masyarakat. Ditengah kemajuan era digital, Pelaku usaha mulai beralih ke metode penjualan daring dengan memanfaatkan platform digital.

(RT)