Rudiyanto Residivis Perkara Nakotika, Dituntut 9Tahun Pejara.  

MEDAN-Rudiyanto (35) warga Jalan Pancing 3 Medan Labuhan,terdakwa perkara narkoba jenis sabu dituntut 9 tahun penjara. Residivis kasus nakotika ini, dinilai terbukti mengedarkan 6 bungkus paket sabu seberat 6,8 gram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (16/6/23). 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tiorida Hutagaol dalam nota tuntutannya, perbuatan terdakwa diyakini melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

BACA JUGA :  Acara Puncak HUT ke-93 Al-Washliyah: Dukungan terhadap Palestina Serta Imbauan Netralitas Penyelenggara Pemilu dan ASN di 2024

“Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menuntut terdakwa Rudiyanto selama 9 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, subsider 6 bulan penjara,” ujar JPU. 

Menurut JPU, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menghambat program pemerintah dalam pemberantasan narkoba, bahwa terdakwa sudah pernah dihukum pada narkotika jenis sabu pada 2011 dan 2015. “Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan,” ucap JPU.

BACA JUGA :  Sosper di Sunggal, M Rizki Lubis Ajak Warga Lebih Peduli agar Terhindar Bencana Banjir

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim diketuai Khamozaro Waruwu menunda hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Mengutip dakwaan, pada 8 Maret 2023 petugas kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Sumut mendapatkan informasi dari masyarakat bahwasanya Jalan Pancing tiga, Gang Tengah, Medan Labuhan ada peredaran narkoba. Kemudian petugas terswbut melakukan undetcover buy kepada terdakqa sebanyak tiga gram dengan harga Rp600 ribu.

BACA JUGA :  IPW Sebut Langkah Polri Sudah Tepat Di Kasus Vina, Masyarakat Jangan Termakan Hoaks

Kemudian setelah bertemu, anggota kepolisian tersebut melalukan penangkapan kepada terdakwa beserta barang bukti. Terdakwa mengaku barang haram tersebut berasal dari Ali (tidak tertangkap).(Red)