Masa Tenang, Jangan Ada Upaya Timbulkan Kegaduhan

MEDAN (HARIAN STAR.COM– Ketua TKD Prabowo – Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo menilai film dokumenter Dirty Vote yang tengah viral di media sosial sangat mengganggu masyarakat di masa tenang kampanye.

Meskipun disebut film ini netral karena membuka mata masyarakat dalam menentukan pilihan capres dan cawapres, tapi dianggap tetap tidak seimbang. Sebab, terlalu menyudutkan salah satu pasangan calon, dalam hal ini Prabowo – Gibran.

BACA JUGA :  Wagubsu: Hindari Hoax, Literasi Digital Penting Hadapi Pemilu

“Dalam film dokumenter itu, semua kekurangan 8capres dan cawapres dibuka. Sayangnya, sentimen di media sosial terlalu menyerang Prabowo dan Gibran. Inikan bisa menggangu masa tenang, ” ungkapnya.

Dia menduga film ini mengandung unsur propaganda. Dia mengkhawatirkan akan terjadi gejolak saat masa tenang.
“Saya khawatir Ini bisa merusak masa tenang. Padahal masyarakat sudah mulai tertib, menghadapi pemilu,” tambahnya.

BACA JUGA :  600 Ribu Lebih Massa Padati GBK, Antusiasme Warga Bukti Visi Misi Prabowo - Gibran Semakin Diterima

Dia menambahkan, film ini juga bisa memunculkan segregasi sosial. Distorsi opini yang dilakukan sangat mengganggu stabilitas masyarakat di masa tenang.
“Saya lihat di medsos mulai ramai lagi. Terjadi kegaduhan antar pendukung. Padahal di penutup debat kemarin semua pasangan calon sudah akur dan hangat. Jangan lagi buat suasana menjadi panas dan masyarakat kembali terkotak – kotak,” tambahnya.

BACA JUGA :  Serahkan LKPD Unaudited TA 2022 Tepat Waktu, BPK Apresiasi Pemko Medan

Untuk itu dirinya mengimbau masyarakat untuk benar benar mencerna film ini dengan bijak. Baginya sah sah saja membuat karya. Terlebih lagi tidak ada unsur kampanye di dalamnya. Tapi jangan sampai merusak persatuan masyarakat.(zul)