Kisruh Akses Jalan di Jambi, Ribuan Sopir Angkutan Batubara Terancam Hilang Pekerjaan

JAMBI – Sikap Gubernur Jambi, Al Haris yang dinilai tidak memperdulikan nasib rakyatnya khusus para sopir truk batubara hingga saat ini masih menjadi polemik.

Bahkan, akibat sikap Gubernur Jambi yang hingga saat ini belum juga membuka akses jalan angkutan batubara membuat ribuan para sopir truk batubara terancam hilang pekerjaan.

Tidak hanya hilangnya pekerjaan, anak-anak para sopir angkutan batubara di Jambi juga terancam putus sekolah akibat sikap Gubernur Jambi, Al Haris yang hingga saat ini tidak juga membuka akses jalan angkutan batubara.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Pasang Spanduk Himbauan Keselamatan di Sejumlah Titik di Kota Medan

“Saya sudah seminggu lebih tidak kerja, gara-gara itu untuk belanja sehari-hari terpaksa harus utang dulu. Belum lagi uang bulan sekolah anak yang belum saya bayar, ditambahkan lagi uang kontrakan rumah,” kata Supriadi (53) yang mengaku baru 1 tahun menjadi sopir pengangkut batubara.

Kepada wartawan, Supriadi mengatakan, jika permasalahan ini belum juga bisa diselesaikan oleh Gubernur Jambi, dirinya dan ribuan sopir lainnya akan terus melanjutkan aksi demo.

BACA JUGA :  Jemput di Jermal XV, Driver Ojol Dirampok 2 Penumpang di Patumbak

“Jika permasalahan ini tidak selesai, kami akan terus melakukan aksi. Bila perlu kami akan melakukan aksi ke kantor Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian PUPR Pusat atau ke istana langsung,” ungkapnya.

Menurutnya, Gubernur Jambi, Al Haris diduga senang melihat masyarakat Jambi, khususnya yang bekerja sebagai sopir kehilangan pekerjaan atau pengangguran.

“Kami ikhlas jika memang Gubernur Jambi senang melihat kami yang para sopir ini sengsara dan kehilangan pekerjaan, asalkan perkataan itu keluar langsung dari mulutnya sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Berlangsung Kondusif, Kapolda Sumut Apresiasi Pilkades di Humbahas

Untuk itu, Supriadi yang didampingi beberapa sopir lainnya berharap agar permasalahan pembukaan jalan umum untuk pengangkut batubara segera bisa diselesaikan. (Red)