‘Jasa Raharja Mengajar’ di FISIP USU, Membangun Literasi Manajemen Risiko di Era Modern

MEDAN – Program “Jasa Raharja Mengajar” kembali Ke Universitas Sumatera Utara (USU). Kali ini menyambangi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan tema “Manajemen Risiko: Pentingnya Perlindungan di Era Modern.”

Kegiatan yang berlangsung pada 3 Oktober 2024 ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari Fakultas FISIP USU.

Dalam acara ini, Jasa Raharja berupaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai manajemen risiko dan pentingnya strategi perlindungan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Ramadhan 1446 H, PT Mulia Tani Jaya Bagikan 500 Paket Bahan Pangan kepada Warga

Pembicara utama, Rizky Pangaribuan, menjelaskan berbagai jenis risiko yang dihadapi individu dan organisasi, serta cara-cara untuk mengelolanya dengan efektif.

“Manajemen risiko bukan hanya tentang menghindari bahaya, tetapi juga tentang mempersiapkan diri dan meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi,” ujar Rizky dalam pemaparannya.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan dan pengelolaan risiko yang baik untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.

BACA JUGA :  Transaksi di Laut, Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu dan 20 Narkotika Vape dari Malaysia

Sesi interaktif dalam acara ini memungkinkan mahasiswa untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai manajemen risiko yang mereka hadapi di lingkungan akademis maupun di kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyusun strategi mitigasi risiko.

Melalui program “Jasa Raharja Mengajar,” diharapkan mahasiswa FISIP USU dapat lebih memahami pentingnya manajemen risiko dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

BACA JUGA :  Bupati Samosir Bantu Kelompok Tani Pembudidaya Ikan

Rencananya, Jasa Raharja akan melanjutkan program ini ke beberapa universitas lain di Sumatera Utara untuk memperluas jangkauan edukasi mengenai manajemen risiko.

Dengan upaya ini, Jasa Raharja berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya manajemen risiko di kalangan generasi muda, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. (Red)