GUNUNGSITOLI – Untuk saat ini dan Menjelang Natal Tahun Baru (Nataru) diperkirakan ketersediaan beras SPHP untuk kebutuhan warga Kota Gunungsitoli masih tercukupi dan tidak ada kelangkaan. Rabu (5/11/2025).
“Di Kota Gunungsitoli, terdapat 130 mitra bulog yang tersebar di 6 Kecamatan dan objek vital lainnya”, Ucap Kadis Ketahanan Pangan & Pertanian Kota Gunungsitoli (Darmawan Zagoto) Saat mengikuti kegiatan konfrensi pers di Kantor Bulog Cabang Nias.
Darmawan memberitahu bahwa pihaknya bersama Satreskrim Polres Nias telah melalukan pengawasan monitoring diseluruh mitra bulog dan hasilnya ketersediaan beras SPHP dimitra-mitra tersebut masih tersedia.
“Jika ada informasi kelangkaan atau sulitnya masyarakat mendapat beras SPHP, itu tidak benar. Kami menghimbau masyarakat jangan khawatir, beras SPHP ini tetap ada”, Katanya
Tidak hanya itu, Darmawan juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi apabila ada yang menjual beras SPHP diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau melakukan pengoplosan, kiranya dapat melaporkannya kepada Bulog, Diskeptan atau Kepolisian.
“Tolong segera diberitahukan karena monitoring tetap kami lakukan bersama pihak Bulog, TNI dan Polri”, Ujarnya
Hal senada disampaikan Pimpinan Cabang Perum Bulog Nias (Muhammad Khoiruddin) turut menyampaikan tentang ketersediaan stok beras SPHP masih kategori posisi aman atau tersedia hingga bulan Maret 2026 mendatang. Rabu (5/11)
“Kalau untuk ketersediann stok kita sangat aman, hingga bulan maret 2026. itu ada pemasukan beras dari DKI dan Tangerang sebanyak tujuh ribu ton, untuk penyaluran sampai desember 2025 itu tersisa target di kantor Bulog cabang Nias sebanyak 3600 ton. Maka dari sisa target tersebut tidak mungkin ada kelangkaan beras”, Tegasnya
“Tidak perlu panik terkait masalah stok beras SPHP. Karena kita tahu pada akhir tahun permintaan beras pasti tinggi”, Tambah Khoiruddin.
