Jalan Simpang Hatonduhan–Tangga Batu Diaspal, Anggaran Hampir Rp7 Miliar

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun mengaspal ruas Jalan Simpang Hatonduhan–Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, dengan anggaran hampir Rp7 miliar. Pekerjaan sepanjang sekitar 1,8 kilometer dan lebar 4 meter itu ditujukan untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Simalungun, Hotbinson Damanik, bersama Wakil Ketua DPRD Simalungun, Jefra H. Manurung, meninjau langsung lokasi pengerjaan pada Jumat (6/11/2026). Keduanya didampingi sejumlah petugas teknis.

BACA JUGA :  Resmi Dilantik! Pengurus Pergatsi Sumut 2025-2029 Targetkan Lonjakan Medali Emas di PON NTB 2028

Dalam peninjauan tersebut, Hotbinson dan tim memeriksa tahapan pengaspalan, termasuk mutu pekerjaan dan kesesuaian spesifikasi teknis dengan perencanaan.

Hotbinson mengatakan, pengawasan diperlukan agar hasil pembangunan tidak hanya terlihat baik saat selesai dikerjakan, tetapi juga memiliki daya tahan dan manfaat dalam jangka panjang.

“Kualitas jalan tidak hanya dilihat dari hasil pengaspalan yang tampak baik, tetapi juga dari kemampuan jalan tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, pengawasan teknis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap tahap pembangunan,” ujar Hotbinson.

BACA JUGA :  Kapolda Sumut Rombak Irwasda, Sinyal Penguatan Pengawasan di Tubuh Polri?

Menurutnya, kondisi jalan yang layak berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat. Selain memperlancar perjalanan, infrastruktur jalan juga menunjang distribusi hasil pertanian dan barang, serta mempermudah akses warga menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Pemkab Simalungun berharap pengaspalan ruas tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan Hatonduhan.

BACA JUGA :  Razia Kos Siang Bolong, 27 Muda-Mudi Tanjung Balai Positif Narkoba

Hotbinson menegaskan, pembangunan jalan harus dinilai dari kualitas hasil pekerjaan dan manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari besarnya anggaran maupun panjang ruas yang diperbaiki.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau panjang jalan yang diperbaiki, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan, daya tahan infrastruktur, dan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (RS)