• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • SITEMAP
  • INDEKS
Jumat, Januari 16 2026
TRIBUNMERDEKA.COM
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Login
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Sport
  • Rileks
  • Indeks
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Sport
  • Rileks
  • Indeks
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
TRIBUNMERDEKA.COM
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Sport
  • Rileks
  • Indeks
Home Edukasi

Poppy Anjelisa Hasibuan dan Sutiarnoto Dikukuhkan Jadi Guru Besar USU

28 November 2021
/ Edukasi
695 15
Poppy Anjelisa Hasibuan dan Sutiarnoto Dikukuhkan Jadi Guru Besar USU
724
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TribunMerdeka, MEDAN – Wakil Rektor (WR) III Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan SSi MSi, Apt dikukuhkan menjadi guru besar (Gubes) tetap ke-175 USU di Auditorium USU, Jumat (26/11/2021).

Pengukuhan Wakil Rektor III ini bersamaan dengan Dr Sutiarnoto SH MHum, yang menjadi guru besar tetap ke-174.

BACA JUGA

Terkait Dugaan Korupsi Dana KIP, Mahasiswa Desak Kejatisu Tangkap Kepala LLDikti Wilayah I

Ketua Umum PB Al Washliyah Lantik Meyniar Albina sebagai Rektor UNIVA Labuhanbatu,  Dorong Kampus Idaman dan Berdaya Saing

Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos MSi mengatakan, dewan guru besar merupakan role model untuk memberikan pemikiran dan menciptakan produk ilmiah sesuai kompetensi di bidangnya masing-masing.

“Guru besar bertugas mengembangkan dan memberi contoh program pembelajaran yang inovatif, menghasilkan kolaborasi riset dengan kualitas publikasi internasional bereputasi dan memiliki hak cipta yang berkompeten dihirilisasi dan komersialisasi,” ujar rektor.

Rektor berharap, Prof Dr. Sutiarnoto SH MHum dari Fakultas Hukum dan Prof Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan SSi MSi Apt dari Fakultas Farmasi dapat memajukan publikasi inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pidato pengukuhan yang disampaikan oleh dewan guru besar yang dikukuhkan memiliki urgensi ilmu pengetahuan dalam menciptakan inovasi penting. Kami menunggu ide kreatif dan inovatif untuk semangat memberi manfaat bagi kemanusiaan,” tuturnya.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan., S.Si, M.Si., Apt menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Potensi Daun Bangun-bangun sebagai suatu Kearifan Lokal dalam Pengembangan Obat Kanker Payudara”.

Prof. Dr. Poppy menjelaskan bahwa kanker payudara merupakan penyebab utama kematian wanita. Lebih dari setengah penderita kanker payudara terdapat di negara berkembang. Karena itu, usaha penemuan obat baru yang aman dan selektif perlu untuk dilakukan.

“Indonesia memiliki obat tradisional dan herbal yang telah digunakan secara turun temurun, ini perlu dilakukan pengujian. Trend masyarakat yang back to nature memotivasi para peneliti untuk mencari obat kanker dari senyawa alam karena kenyaaannya belum ada obat kanker yang benar-benar selektif,” ucapnya.

Tanaman Bangun adalah tumbuhan asli yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara.

Bangun-bangun merupakan tanaman obat yang digunakan sebagai sayuran karena dapat meningkatkan kuantitas ASI dan mempercepat penyembuhan pasca melahirkan oleh masyaraka Batak sejak ratusan tahun.

“Perlu ada kajian lebih lanjut mengenai efek daun ini pada sistem hormon yang kemungkinan besar memiliki keterkaitan dengan progresivitas kanker payudara,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Sutiarnoto., SH, M.Hum menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul “Kepentingan Negara Berkembang dalam Sistem Penyelesaian Sengketa WTO Studi Kasus Indonesia”.

Ia menuturkan bahwa jika dilihat dari data yang ada mulai dari beroperasinya WTO hingga tahun 2006, maka didapati pendataan bahwa dominasi pengajuan sengketa secara kuantitatif dan signikan telah dilakukan oleh kelompok negara maju.

“Negara berkembang umumnya kekurangan kapasitas umum hingga mengurangi kemampuan mereka untuk berpartisipasi secara penuh dalam sengketa WTO. Kondisi ini dapat mengikis kepercayaan mereka kepada rezim multilateral,” kata Prof. Dr. Sutiarnoto.

Ia menambahkan, WTO mengakomodasi kepentingan negara berkembang melalui berbagai ketentuan, secara umum ini merujuk pada kekhususan dan keistimewaan yang diberikan. Hal ini dibuat untuk menghasilkan proses integrasi negara berkembang. (rel)

Post Views: 16

Tags: Headline
Share200Tweet125SendShare

Baca Juga

Terkait Dugaan Korupsi Dana KIP, Mahasiswa Desak Kejatisu Tangkap Kepala LLDikti Wilayah I

8 Januari 2026

MEDAN- Hujan deras yang mengguyur Kota Medan tidak menyurutkan semangat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam  Gerakan Untuk Rakyat (Guntur) menggelar...

Ketua Umum PB Al Washliyah saat melantik Meyniar Albina sebagai Rektor UNIVA Labuhanbatu di Rantau Prapat, Kamis (8/1/2026).

Ketua Umum PB Al Washliyah Lantik Meyniar Albina sebagai Rektor UNIVA Labuhanbatu,  Dorong Kampus Idaman dan Berdaya Saing

8 Januari 2026

LABUHANBATU - Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH, MM, secara resmi...

Aksi damai puluhan dosen dan pegawai UDA Medan di depan Gedung Rektorat, beberapa waktu lalu. Mereka menolak Surat Rekonsiliasi Sepihak Yayasan dan Miminta Kemendiktisaintek bertindak adil.

Pemerintah Dinilai Abai, Masa Depan Mahasiswa UDA di Ujung Tanduk

9 Desember 2025

  MEDAN -Konflik berkepanjangan yang melanda Yayasan Universitas Darma Agung (UDA) kini mencapai puncak kekhawatiran. Perseteruan internal yang tak kunjung...

Cetak Sejarah Baru, Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter Unpri Diakui Dunia

7 Desember 2025

MEDAN-Universitas Prima Indonesia (Unpri) kembali mencatat sejarah penting dalam dunia pendidikan kesehatan nasional setelah resmi meraih Akreditasi Internasional dari Indonesian...

Hari Guru, PTPN IV Baktikan Dedikasi untuk Guru di Penjuru Indonesia

29 November 2025

JAKARTA — Di tengah bentangan perkebunan sawit yang memanjang dari Sumatera hingga Kalimantan, ruang-ruang kelas sederhana berdiri menjadi tumpuan harapan....

Raih Doktor, Hendrik Sitompul : Gelar Akademis adalah Amanah untuk Kerja Nyata

24 November 2025

MALANG - Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Dr Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM mengikuti prosesi wisuda Universitas Brawijaya periode...

POPULER

Konten belum tersedia
TribunMerdeka.Com

© 2021 TRIBUNMERDEKA.COM - Portal Berita Terkini, FAKTA BERIMBANG.

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • SITEMAP
  • INDEKS

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Sport
  • Rileks
  • Indeks

© 2021 TRIBUNMERDEKA.COM - Portal Berita Terkini, FAKTA BERIMBANG.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In